Citra Perempuan dalam Hikayat Panji Kuda Semirang: Analisis Kritik Sastra Feminis Perspektif Ruthven
Gusti Premiera Deani, Rakhmat Soleh, S.S., M.Hum
2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian ini mengkaji salah satu
karya sastra Melayu klasik menggunakan pendekatan kritik sastra feminis
perspektif Ruthven. Salah satu contoh teks Melayu klasik tersebut adalah Hikayat Panji Kuda Semirang. Hikayat
tersebut menampilkan tokoh perempuan dengan karakter tertentu sehingga cocok
dikaji menggunakan kritik sastra feminis. Tokoh-tokoh perempuan dalam HPKS tidak hanya digambarkan sebagai
sosok yang pasif, namun juga aktif khususnya dalam usaha untuk terlepas dari
dominasi laki-laki. Hal ini menjadi dasar untuk melihat bagaimana representasi
perempuan dan bagaimana sebuah ideologi tertentu dapat memengaruhi pembentukan
citra terhadap perempuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat dua kategori penokohan dalam HPKS,
yakni tokoh perempuan dan laki-laki dengan watak yang beragam. Untuk pandangan
tokoh terhadap ideologi feminis, ditemukan bahwa tokoh perempuan merupakan
pro-feminisme sedangkan tokoh laki-laki cenderung anti-feminisme. Citra
perempuan dibagi menjadi dua, yaitu (1) citra diri (fisik dan psikologis) dan (2)
citra sosial (perempuan dalam keluarga dan perempuan dalam masyarakat).
Ideologi pembentuk citra perempuan adalah (1) patriarki dan (2) feminisme.
This study examines one of the
classical Malay literary works using feminist literary criticism approach from
Ruthven’s perspective. One classical Malay text that can be analyzed through
feminist literary criticism is Hikayat
Panji Kuda Semirang. This text feautures female characters with specific
traits, making it suitable for a feminist literary criticism. The female
characters in HPKS are not only shown
as passive figures, but also as an active individuals specifically in their
effort to against male domination. This created the basis for see how women are
represented in the text and how specific ideologies created their images.
The
results show there are two character’s categorization which is female and male
characters with variety of character traits. For their point of view of
feminist ideology, female characters are pro-feminist while the male characters
are anti-feminist. The images of women divided into two categories, (1) self
images (physical and psychological) and (2) social images (women in family and
women in society). The ideologi that created images of women are (1) patriarchy
and (2) feminism.
Kata Kunci : Sastra Melayu klasik, Hikayat Panji Kuda Semirang, kritik sastra feminis, tokoh, citra perempuan / Classic Malay literary, Hikayat Panji Kuda Semirang, feminist literary criticism, character, images of women