Kajian Geometri Sampah dan Dampak Lingkungan di Kawasan TPA Piyungan Yogyakarta Menggunakan Citra Satelit dan Foto Udara Unmanned Aerial Vehicle (UAV)
Gilang Cahya Nusantara, Dr. Sandy Budi Wibowo, S.P., M.Sc.
2025 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH
TPA Piyungan merupakan salah satu TPA di
Yogyakarta yang menerapkan sistem open dumping dalam pengoperasiannya. TPA
Piyungan dinyatakan ditutup pada tahun 2023 setelah Selama 27 tahun beroperasi.
Namun, monitoring dan kajian dampak lingkungan di Kawasan TPA Piyungan tetap
diperlikan untuk mengetahui kondisi TPA Piyungan serta dampak lingkungan yang
dapat ditimbulkan. Teknologi penginderaan jauh berupa citra satelit dan foto
udara dapat digunakan untuk monitoring terhadap timbunan sampah serta dampak lingkungan
dari TPA Piyungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
geometri timbunan sampah dan dampak lingkungan yang disebabkan oleh adanya TPA
Piyungan. Kajian geometri volume dengan
menggunakan foto udara dilakukan dalam penelitian ini, mengingat foto udara
memiliki resolusi tinggi yang cocok untuk menghitung volume timbunan sampah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa timbunan sampah TPA Piyungan memiliki volume
sebesar 3.343.615,03531
m3. Data foto udara juga dimanfaatkan untuk
mengetahui potensi sebaran air lindi di Kawasan TPA Piyungan. Berdasarkan data
DEM foto udara, potensi sebaran air lindi TPA Piyungan mengarah ke utara dan
barat TPA Piyungan. Penggunaan citra satelit Landsat 8 dan 9 OLI/TIRS juga
dimanfaatkan untuk mengkaji kondisi suhu permukaan di TPA Piyungan secara
multitemporal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPA Piyungan selalu memiliki kondisi suhu
paling tinggi jika dibandingkan dengan Kawasan sekitarnya, dengan perubahan
kondisi suhu yang fluktuatif bergantung dengan musim.
Piyungan Landfill (TPA Piyungan) is one of the
landfills in Yogyakarta that operates using an open dumping system. The
landfill was officially closed in 2023 after operating for 27 years. However,
monitoring and environmental impact assessments in the Piyungan Landfill area
are still necessary to evaluate its current condition and potential
environmental effects. Remote sensing technologies, such as satellite imagery
and aerial photographs, can be utilized to monitor waste accumulation and
assess the environmental impacts of TPA Piyungan.
This study aims to assess the waste pile geometry and
the environmental impacts caused by TPA Piyungan. A volumetric analysis of the
waste heap was conducted using aerial photographs, considering their high
resolution is suitable for estimating waste volume. The results show that the
waste pile at TPA Piyungan has a volume of 3,343,615.03531 m³. Aerial
photograph data were also used to analyze the potential leachate distribution
in the TPA Piyungan area. Based on the DEM derived from aerial photographs, the
leachate is potentially distributed toward the north and west of the landfill.
Additionally, Landsat 8 and 9 OLI/TIRS satellite imagery was used to analyze
multitemporal land surface temperature (LST) conditions at TPA Piyungan. The
results indicate that TPA Piyungan consistently exhibits the highest surface
temperatures compared to the surrounding areas, with temperature variations
fluctuating seasonally.
Kata Kunci : Volume sampah, lindi, suhu permukaan, DEM, foto udara, Landsat, Waste volume, leachate, surface temperature, DEM, aerial photographs, Landsat