Kecemasan dan Mekanisme Pertahanan Diri Tokoh Utama dalam Cerpen Nana Ban Me no Otoko karya Haruki Murakami: Psikoanalisis Sigmund Freud
QONIT FILDZA MAIZURA, Wiastiningsih, S.S., M.A., Ph.D.
2025 | Skripsi | SASTRA JEPANG
Penelitian ini membahas tentang kecemasan dan mekanisme pertahanan diri yang dialami oleh tokoh utama dalam cerpen Nana Ban Me no Otoko karya Haruki Murakami dengan pendekatan psikologi sastra, berlandaskan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis struktur kepribadian tokoh, bentuk kecemasan yang muncul, serta mekanisme pertahanan diri yang digunakan untuk mengatasi konflik batin tersebut. Freud membagi struktur kepribadian manusia menjadi tiga unsur utama yaitu id, ego, dan superego. Ketidakseimbangan dalam ketiga unsur ini dapat memunculkan konflik batin dan menimbulkan kecemasan.
Tokoh utama, Pria Ketujuh, mengalami dinamika yang kompleks antara id, ego, dan superego sepanjang cerita. Id memotivasinya bertindak impulsif, seperti melarikan diri saat bencana dan dihantui mimpi buruk. Ego mencoba mengambil keputusan rasional, misalnya dengan meninggalkan kota asal demi menjauh dari trauma. Sementara itu, superego memunculkan perasaan bersalah dan beban moral karena ia gagal menyelamatkan sahabatnya, K.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data utama berupa teks cerpen dan didukung oleh referensi sekunder dari jurnal, artikel, dan buku. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pria Ketujuh mengalami tiga jenis kecemasan yaitu realitas, neurotik, dan moral. Ia menggunakan empat mekanisme pertahanan diri secara tidak sadar: represi, rasionalisasi, penyangkalan, dan sublimasi. Pada akhir cerita, ia berhasil mencapai tahap penerimaan secara sadar dan berdamai dengan trauma masa lalunya.
This research discusses the anxiety and self-defense mechanisms experienced by the main character in the short story Nana Ban Me no Otoko by Haruki Murakami with a literary psychology approach, based on Sigmund Freud's psychoanalysis theory. The purpose of the research is to analyze the character's personality structure, the form of anxiety that arises, and the self-defense mechanisms used to overcome the inner conflict. Freud divided the structure of human personality into three main elements: id, ego, and superego. An imbalance in these three elements can lead to inner conflict and anxiety.
The main character, the Seventh Man, experiences complex dynamics between id, ego, and superego throughout the story. The id motivates him to act impulsively, such as running away during disasters and being haunted by nightmares. The ego tries to make rational decisions, such as leaving his hometown to get away from trauma. Meanwhile, the superego brings up feelings of guilt and moral burden because he failed to save his best friend, K.
The method used in this research is descriptive qualitative with the main data source in the form of short story text and supported by secondary references from journals, articles, and books. The analysis shows that the Seventh Man experiences three types of anxiety: reality, neurotic, and moral. He uses four self-defense mechanisms unconsciously: repression, rationalization, denial, and sublimation. By the end of the story, he managed to reach the stage of conscious acceptance and make peace with his past trauma.
Kata Kunci : psikoanalisis, kepribadian, kecemasan, mekanisme pertahanan diri, Nana Ban Me no Otoko