Analisis kerusakan engine pada unit Load Haul Dump R1600H berdasarkan Scheduled Oil Sampling (SOS) fluid analysis dengan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA)
Ilyas Auliya Malik, Ir. F. Eko Wismo W., M.Sc., Ph.D.; Harjono, S.T., M.T.; Dr. Sugiyanto, S.T., M.Eng.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PERAWATAN ALAT BERAT
Penelitian ini menganalisis kondisi engine C11 pada unit Load
Haul Dump (LHD) R1600H, salah satu alat berat utama dalam operasi tambang
bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ) PT Freeport Indonesia. Dengan mempertimbangkan beban kerja tinggi dan lingkungan kerja yang
ekstrem, pendekatan pemeliharaan prediktif diperlukan untuk menjaga keandalan
operasional alat. Studi ini mengintegrasikan metode Scheduled Oil Sampling (SOS)
dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) guna mendeteksi potensi
keausan dini, mengevaluasi tingkat degradasi komponen, dan merancang strategi
pemeliharaan yang lebih tepat sasaran. Analisis laboratorium terhadap sampel
oli yang dikumpulkan selama praktik kerja lapangan di PT Trakindo Utama
menunjukkan peningkatan kadar logam aus seperti timbal (Pb), besi (Fe), dan
aluminium (Al) yang menandakan terjadinya keausan progresif pada komponen engine.
Hasil analisis
FMEA mengidentifikasi engine knocking sebagai mode kegagalan paling
kritis berdasarkan perhitungan Risk Priority Number (RPN). Dengan analisis tren regresi linier, diperkirakan bahwa penggantian
komponen bearing diperlukan pada jam operasi ke-10.021. Berdasarkan temuan ini,
disusun tiga rekomendasi utama: (1) penerapan program condition-based
maintenance dengan interval penggantian oli setiap 250 jam, (2) inspeksi
boroscope berkala untuk memantau kondisi internal engine, dan (3) pelaksanaan major overhaul secara terencana
menjelang 10.000 jam kerja. Strategi ini diharapkan mampu mengurangi risiko
kerusakan berat, meningkatkan ketersediaan alat, dan mengoptimalkan efisiensi
operasional di lingkungan tambang bawah tanah. Penelitian ini memberikan
kerangka kerja berbasis data untuk penerapan pemeliharaan prediktif dan
estimasi umur komponen pada alat berat.
This study investigates the
condition of the C11 engine in the Load Haul Dump (LHD) R1600H unit, a critical
machine used in the underground mining operations of the Deep Mill Level Zone
(DMLZ) at PT Freeport Indonesia. Given the demanding workload and extreme
environmental conditions, a predictive maintenance approach is essential to
ensure operational reliability. The research integrates Scheduled Oil Sampling
(SOS) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to detect early signs of
wear, evaluate component degradation, and develop a targeted maintenance
strategy. Laboratory analysis of oil samples collected during fieldwork at PT
Trakindo Utama reveals elevated levels of key wear metals, particularly lead
(Pb), iron (Fe), and aluminum (Al), indicating progressive wear in engine
components. FMEA results identified engine knocking as the most critical
failure mode based on the Risk Priority Number (RPN). Linear regression
analysis on wear trends estimated the need to replace engine bearings at 10.021
hours of operation. Based on these findings, three primary recommendations were
proposed: (1) implement a condition-based maintenance program with oil
replacement every 250 hours, (2) conduct regular boroscope inspections to
assess internal engine condition, and (3) perform a Scheduled major overhaul
approaching 10,000 hours of operation. These strategies are expected to reduce
the risk of severe engine failure, optimize machine availability, and enhance
maintenance planning in underground mining environments. The study offers a
data-driven framework for predictive maintenance and component lifespan
estimation in heavy equipment operation.
Kata Kunci : Scheduled Oil Sampling (SOS), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), wear prediction, maintenance management, predictive maintenance