Estimasi Biaya Pemeliharaan Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2 dengan Menggunakan Metode Marcov
Amay Puspitasari, Ir. Dian Sestining Ayu, S.T., M.T.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL
Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2 merupakan jalan tol
yang menghubungkan Kota Semarang dan Kota sepanjang 16.01 km. Tiap tahunnya
kondisi perkerasan jalan mengalami penurunan dan memerlukan pemeliharaan untuk
mempertahankan kondisi jalan. Pemeliharaan perlu dilakukan untuk memaksimalkan
pelayanan jalan tol sehingga dapat digunakan dan diterima dengan baik oleh
pengguna jalan. Tujuan pemeliharan untuk mempertahankan, meningkatkan, atau
memulihkan suatu kondisi jalan tol untuk memenuhi standar pelayanan minimal
atau SPM serta umur rencana jalan tol.
Prediksi kondisi perkerasan jalan dilakukan dengan
pemodelan kinerja perubahan kondisi
perkerasan jalan di masa mendatang menggunakan Metode Marcov dengan cara
membuat Matriks Probabilitas Transisi (MPT) dengan vektor kondisi awal.
Aplikasi model marcov pada Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2 dilakukan untuk
periode lima tahun (2025 – 2029).
Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan prediksi Jalan
Tol Semarang – Demak Seksi 2 untuk tahun 2025 hingga 2029 memiliki kondisi
jalan tidak mantap sebesar 2.65%; 4.53%; 6.66%; 8.97%; dan 11.39%. Penanganan
pemeliharaan jalan yang dapat dilakukan yaitu dengan pemeliharaan rutin untuk
tahun 2025 dan 2026, pemeliharaan berkala pada tahun 2027 dan 2028, dan
rehabilitasi untuk tahun 2029. Estimasi biaya pemeliharaan berdasarkan kegiatan
pemeliharaan yang dilakukan terserbut didapatkan biaya pemeliharaan rutin untuk
perkerasan jalan sebesar Rp.755.856.000, estimasi biaya pemeliharaan berkala
yang diperlukan sebesar Rp.2.137.501.600, dan estimasi biaya rehabilitasi untuk
ruas jalan sebesar Rp.2.456.531.400.
Semarang–Demak Toll Road
Section 2 is a toll road that connects Semarang City and Demak City, spanning a
length of 16.01 km. Each year, the pavement condition deteriorates and requires
maintenance to preserve its condition. Maintenance is necessary to optimize the
toll road service so that it can be properly used and accepted by road users.
The purpose of road maintenance is to preserve, improve, or restore the
condition of the toll road in order to meet the Minimum Service Standards (SPM)
and the planned service life of the road.
The prediction of pavement condition is carried out through performance modelling of pavement performance changes in the future using the Markov method, by creating a Transition Probability Matrix (TPM) with an initial condition vector. The application of the Markov model on Semarang–Demak Toll Road Section 2 is conducted for a five-year period (2025–2029).
Based on the analysis results, the predicted percentages of road in poor condition for Semarang–Demak Toll Road Section 2 from 2025 to 2029 are 2.65%, 4.53%, 6.66%, 8.97%, and 11.39%, respectively. The recommended maintenance actions include routine maintenance for the years 2025 and 2026, periodic maintenance in 2027 and 2028, and rehabilitation in 2029. The estimated maintenance costs based on the proposed actions are as follows: routine maintenance of Rp.755.856.000, periodic maintenance of Rp.2.137.501.600, and rehabilitation of Rp.2.456.531.400.
Kata Kunci : Pemeliharaan Jalan Tol, Rekomendasi Pemeliharaan Jalan Tol, Kerusakan Jalan Tol, Metode Marcov, Estimasi Biaya Pemeliharaan Jalan