Laporkan Masalah

Pengaruh Perkembangan Menoreh Hills Sebagai Kawasan Wisata Kuliner Terhadap Penghidupan Masyarakat Di Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo

Rahmaditya Pratama Siraj, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A.

2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian ini mengkaji dampak perkembangan Menoreh Hills sebagai kawasan wisata kuliner terhadap penghidupan masyarakat di Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Menoreh Hills, yang terletak di wilayah perbukitan dengan ketinggian 500-1000 meter di atas permukaan laut, telah mengalami perkembangan pesat dalam sektor pariwisata kuliner selama beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak ekonomi, sosial, dan budaya dari perkembangan wisata kuliner tersebut terhadap masyarakat setempat.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive untuk mendapatkan perspektif mendalam terkait dampak perkembangan wisata kuliner terhadap ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan wisata kuliner di Menoreh Hills memberikan dampak positif seperti peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan UMKM. Namun, juga ditemukan dampak negatif seperti persaingan usaha kuliner yang ketat, peningkatan Harga kebutuhan pokok, dan potensi kerusakan lingkungan. Perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi proyek pariwisata mengurangi luas area pertanian, yang dapat merugikan petani lokal serta mengancam ketahanan pangan.Penelitian ini mengidentifikasi strategi untuk mengoptimalkan manfaat perkembangan wisata kuliner di Menoreh Hills, termasuk peningkatan fasilitas pendukung, pelatihan bagi pelaku usaha kuliner, promosi melalui media sosial, dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa perkembangan wisata kuliner memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal sambil menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.

This study examines the impact of Menoreh Hills' development as a culinary tourism area on the livelihoods of communities in Girimulyo District, Kulon Progo Regency. Menoreh Hills, located in a hilly area with an elevation of 500-1000 meters above sea level, has experienced rapid development in the culinary tourism sector in recent years. The purpose of this study is to understand the economic, social, and cultural impacts of this culinary tourism development on the local community.

The research approach used is qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation. Informants were selected purposively to gain deep insights into the economic, social, and cultural impacts of culinary tourism development on the community. The study results show that the development ofculinary tourism in Menoreh

Hills has positive impacts such as increased income, job creation, and MSME development. However, negative impacts were also found, such as intense business competition, rising basic needs prices, and potential environmental damage. The conversion of agricultural land into tourism projects reduces the agricultural area, which can harm local farmers and threaten food security. This study identifies strategies to optimize the benefits of culinary tourism development in Menoreh Hills, including improving supporting facilities, training for culinary entrepreneurs, promotion through social media, and community-based tourism development. This approach is expected to ensure that the culinary tourism development provides sustainable economic benefits for the local community while preserving environmental and cultural sustainability.

Kata Kunci : wisata kuliner, penghidupan masyarakat, Menoreh Hills, Girimulyo, Kulon Progo,culinary tourism, community livelihood, Menoreh Hills, Girimulyo, Kulon Progo

  1. S1-2025-445087-abstract.pdf  
  2. S1-2025-445087-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-445087-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-445087-title.pdf