Laporkan Masalah

Pemetaan Tingkat Layak Huni Permukiman Menggunakan Livable Block Index Pada Distrik Biak Dan Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.

Wening Asih Diva Aprilia, Dr. Iswari Nur Hidayati, S.Si., M.Sc.

2025 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Penelitian ini mengkaji tingkat kelayakhunian permukiman di Distrik Biak Kota dan Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang ditandai dengan ketimpangan kepadatan penduduk signifikan (1.007 jiwa/km² dibanding dengan 154 jiwa/km²). Tujuan penelitian adalah memetakan parameter tingkat kelayakhunian yaitu kepadatan, pola, aksesibilitas, dan keberadaan pohon pelindung menggunakan interpretasi visual citra Pleiades, serta menganalisis dan memetakan sebaran blok layak huni menggunakan metode Livable Block Index (LBI).

Metode penelitian meliputi interpretasi visual citra Pleiades untuk mengekstraksi empat parameter kelayakhunian permukiman: kepadatan bangunan, pola permukiman, aksesibilitas, dan keberadaan pohon pelindung, yang kemudian divalidasi melalui survei lapangan. Analisis kelayakhunian dilakukan menggunakan pendekatan LBI dengan teknik pembobotan tertimbang (weighted overlay) terhadap keempat parameter tersebut, dimana aksesibilitas diberi bobot tertinggi (3), kepadatan bobot 2, serta pola dan pohon pelindung masing-masing bobot 1.

Hasil penelitian menunjukkan kepadatan permukiman didominasi kategori rendah (40,82%) dan sedang (38,07%), pola permukiman tidak teratur mendominasi (82,44%), aksesibilitas mayoritas baik (65,96%), dan sebagian besar area memiliki pohon pelindung rimbun. Pemetaan LBI menghasilkan tiga kelas kelayakhunian: tinggi (3,270 km²), sedang (3,762 km²), dan rendah (1,498 km²). Distrik Samofa menunjukkan tingkat kelayakhunian yang lebih baik dibandingkan Distrik Biak Kota karena kepadatan rendah dan pola permukiman yang lebih teratur. Temuan ini dapat menjadi dasar perencanaan pengembangan permukiman yang lebih layak huni dan berkelanjutan.

This study examines the livability of settlements in Biak Kota District and Samofa District, Biak Numfor Regency, Papua, characterized by a significant disparity in population density (1,007 people/km² compare to 154 people/km²). The research aims to map livability parameters including density, pattern, accessibility, and presence of shade trees using visual interpretation of Pleiades imagery, and to analyze and map the distribution of livable blocks using the Livable Block Index (LBI) method.

The research method includes visual interpretation of Pleiades imagery to extract four settlement livability parameters: building density, settlement pattern, accessibility, and presence of shade trees, which were then validated through field surveys. Livability analysis was conducted using the LBI approach with weighted overlay technique on the four parameters, where accessibility was given the highest weight (3), density weight 2, and pattern and shade trees each weight 1.

The results show that settlement density is dominated by low (40.82%) and medium (38.07%) categories, irregular settlement patterns dominate (82.44%), accessibility is mostly good (65.96%), and most areas have dense shade trees. LBI mapping resulted in three livability classes: high (3.270 km²), medium (3.762 km²), and low (1.498 km²). Samofa District shows better livability compared to Biak Kota District due to lower density and more regular settlement patterns. These findings can serve as a basis for planning more livable and sustainable settlement development.

Kata Kunci : Livable Block Index, Blok Permukiman, Kelayakhunian, Penginderaan Jauh

  1. S1-2025-474301-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474301-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474301-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474301-title.pdf