Laporkan Masalah

OPTIMASI PENJADWALAN KERETA API JALUR SELATAN PULAU JAWA UNTUK MEMINIMALKAN DELAY

Loretta Ollich, Ir. Agus Darmawan, S.T., M.S., Ph.D., IPM., ASEAN Eng

2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Kereta api di Indonesia merupakan sarana transportasi yang cukup diminati. Akan tetapi moda angkutan ini seringkali mengalami keterlambatan, baik keterlambatan keberangkatan maupun kedatangan. Hal ini tentunya akan mempengaruhi penilaian penumpang terhadap kinerja (tingkat pelayanan) kereta api. Untuk tetap menjaga loyalitas pengguna kereta api, permasalahan keterlambatan ini harus dapat diselesaikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan optimasi pada jadwal keberangkatan kereta api, sehingga dihasilkan nilai delay yang lebih kecil dibandingkan nilai delay pada penjadwalan sebelumnya. Penelitian ini mengambil jalur selatan Pulau Jawa sebagai cakupan penjadwalan yang dilakukan. Jalur selatan Pulau Jawa dilewati 68 kereta penumpang yang dijadwalkan setiap harinya, dengan total delay sebesar 5.742 menit atau rata-rata 84,44 menit. Enam puluh delapan kereta tersebut terdiri dari 6 kereta eksa (eksekutif argo), 10 kereta kelas eks (eksekutif), 26 kereta kelas bis (bisnis), dan 26 kereta kelas eko (ekonomi). Penelitian ini menggunakan metode Constraint-based Scheduling yang diterapkan pada model yang dibangun pada perangkat lunak IBM ILOG CPLEX 12.3 untuk meminimalkan total delay. Model dibuat seperti pada kondisi real dengan mempertimbangkan aturan headway, dwell time, meet and pass, prioritas kereta, kapasitas stasiun, dan kapasitas jalur (ganda/tunggal). Berdasarkan hasil running model yang dibuat, model penjadwalan bebas dapat menghasilkan jadwal dengan total delay sebesar 2.362 menit, yang artinya berkurang sebanyak 472 menit atau sebesar 16,65%. Jumlah kereta api yang mengalami pengurangan delay adalah sebanyak 37 kereta api atau sebanyak 54,41%, sedangkan 4 kereta api (5,9%) tidak mengalami perubahan delay. Model dengan toleransi waktu keberangkatan 60 menit dapat menjadwalkan dengan total delay sebesar 2.729 menit. Jumlah kereta api yang mengalami pengurangan delay adalah sebanyak 49 kereta api atau sebanyak 72,06%, sedangkan 4 kereta api (5,9%) tidak mengalami perubahan delay.

Kata Kunci : Penjadwalan Kereta Api, dwell time, headway, CPLEX, Constraint based Scheduling, minimasi delay

  1. S1-FTK-2012-Loretta_Ollich-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2012-Loretta_Ollich-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2012-Loretta_Ollich-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2012-Loretta_Ollich-title.pdf