Perencanaan Sistem Jaringan Transportasi Publik dengan Pendekatan Integrated Transportation untuk Meningkatkan Konektivitas di Kota Kendari
AHMAD NUR RAMADHAN, Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP
2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Kota Kendari adalah kota yang berklasifikasi kota sedang dan berperan secara fungsional
sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Sehingga dampak dari peran dan fungsi Kota Kendari
memberikan peningkatan terhadap tingkat perjalanan masyarakat dalam kawasan Kota
Kendari. Kondisi eksisting transportasi publik di Kota Kendari belum secara optimal mewadahi
kebutuhan perjalanan masyarakat dalam kota, dikarenakan fasilitas transportasi publik seperti
halte belum tersebar dan berfungsi dengan baik, dan hanya terdapat fasilitas terminal yang
melayani perjalanan antar kota dan provinsi tidak dengan angkutan dalam kota. Dan juga
terdapat permasalahan sistem jaringan yang tumpang tindih dan memiliki moda kurang baik
sehingga keinginan penggunaan kendaraan pribadi masih tinggi. Sistem jaringan eksisting
sudah lama tidak mengalami penyesuaian sehingga terdapat antar pusat kegiatan yang kurang
terintegrasi sehingga menghambat aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengatasi
permasalahan tersebut diperlukan suatu solusi guna memenuhi kebutuhan transportasi publik
di Kota Kendari.
Perencanaan yang dilakukan mengadopsi konsep transportasi terintegrasi untuk memenuhi
kebutuhan permintaan perjalanan sampai dengan jangkauan keseluruhan kawasan perkotaaan,
mengintegrasikan antar-pusat kegiatan, mengintegrasikan moda antar moda transportasi, dan
menghubungkan guna lahan. Metode perencanaan yang diterapkan pada perencanaan ini
adalah perencanaan strategis yang pada dasarnya berfokus pada perencanaan rute, perencanaan
moda, dan perencanaan halte. Dan dari tiga komponen tersebut, perencanaan mengeluarkan
hasil rencana berupa 18 rute rencana dengan 6 rute BRT dan 12 rute Angkutan dan jumlah
moda dengan penyesuaian headway 10 menit pada saat peak hour dan 30 menit pada off peak
hours terdapat 33 unit BRT dan 42 unit Angkutan serta merencanakan inftrasturuktur halte
sebanyak 76 halte dengan 11 halte tipe I (BRT) dan 65 halte tipe II (Angkutan).
Kata Kunci: Pusat Kegiatan Nasional, Perencanaan Transportasi Publik, Perencanaan
Terintegrasi, Perencanaan Strategis
Kendari City is a city classified as a medium city and has a functional role as a National
Activity Center (PKN). So that the impact of the role and function of Kendari City provides an
increase in the level of community travel in the Kendari City area. The existing condition of
public transportation in Kendari City has not optimally accommodated the needs of community
travel within the city, because public transportation facilities such as bus stops have not been
distributed and functioned properly, and there are only terminal facilities that serve inter-city
and provincial travel, not with intra-city transportation. And there is also the problem of
overlapping network systems and having less than good modes so that the desire to use private
vehicles is still high. The existing network system has not been adjusted for a long time so that
there are centers of activity that are not integrated enough to hinder community activities.
Therefore, from the problems above, a solution is needed to accommodate the need for public
transportation demand in Kendari City.
The planning carried out adopts the concept of integrated transportation to meet the needs of
travel demand up to the entire urban area, integrating between activity centers, integrating
modes between modes of transportation, and connecting land uses. The planning method
applied in this planning is strategic planning which basically focuses on route planning, mode
planning, and bus stop planning. And from the three components, the planning issued a plan
result in the form of 18 planned routes with 6 BRT routes and 12 Transportation routes and the
number of modes with a headway adjustment of 10 minutes during peak hours and 30 minutes
during off-peak hours there are 33 BRT units and 42 Transportation units and planning a bus
stop infrastructure of 76 stops with 11 type I stops (BRT) and 65 type II stops (Transportation).
Keywords: National Activity Center, Public Transportation Planning, Integrated Planning,
Strategic Planning
Kata Kunci : Pusat Kegiatan Nasional, Perencanaan Transportasi Publik, Perencanaan Terintegrasi, Perencanaan Strategis/National Activity Center, Public Transportation Planning, Integrated Planning, Strategic Planning