Impoliteness Strategies in the Movie The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch, and the Wardrobe
Michelle Doxia Theresa Sibarani, Dr. Adi Sutrisno, M.A.
2025 | Skripsi | SASTRA INGGRIS
Bahasa tidak hanya digunakan untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga berperan dalam mengelola hubungan dan perilaku sosial. Kesopanan berfungsi untuk menjaga keharmonisan, sedangkan ketidaksopanan dapat mengungkap konflik, menantang muka (face), dan mengganggu interaksi sosial. Untuk mengkaji cara ketidaksopanan merefleksikan dinamika tersebut, penelitian ini menganalisis jenis dan fungsi strategi ketidaksopanan dalam film The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch, and the Wardrobe. Data diperoleh dari tuturan para tokoh dan dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis jenis strategi ketidaksopanan mengacu pada teori Culpeper (1996), sedangkan analisis fungsi strateginya didasarkan pada model teoretis yang dikembangkan oleh Culpeper (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 110 data strategi ketidaksopanan beserta fungsinya. Kelima jenis strategi dan ketiga fungsi ketidaksopanan ditemukan dalam film ini. Strategi ketidaksopanan negatif merupakan jenis yang paling sering digunakan, dengan frekuensi sebanyak 38 kali (34,55%), sedangkan fungsi yang paling dominan adalah ketidaksopanan koersif, yang muncul sebanyak 55 kali (50%). Temuan ini menunjukkan bahwa strategi ketidaksopanan digunakan secara strategis untuk menavigasi struktur hierarkis dan relasi personal, serta merefleksikan kekuasaan dan emosi yang hadir sepanjang alur cerita film. Namun, penelitian ini terbatas pada satu film dan tidak membahas aspek pragmatik lain selain ketidaksopanan. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan sumber data yang lebih beragam dan mengeksplorasi bagaimana strategi ketidaksopanan berhubungan dengan aspek-aspek pragmatik lainnya.
Language is not only used to communicate ideas but also to manage relationships and social behavior. While politeness helps maintain harmony, impoliteness can reveal conflict, challenge face, and disrupt social interaction. To explore how impoliteness reveals these dynamics, this study examines the types and functions of impoliteness strategies in the movie The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch, and the Wardrobe. The data are drawn from the characters’ utterances and analyzed using a qualitative research design. The types of impoliteness strategies are analyzed using Culpeper’s (1996) theory, while the functions of impoliteness strategies are examined based on Culpeper’s (2011) framework. The results identify 110 instances of impoliteness strategies and their corresponding functions. All five types and all three functions of impoliteness strategies are present in the movie. Negative impoliteness emerges as the most frequently used type with 38 occurrences (34.55%), while coercive impoliteness is the most common function with 55 occurrences (50%). These findings highlight the strategic use of impoliteness in navigating hierarchical structures and personal relationships, showing how power and emotion are conveyed throughout the movie. However, this study is limited to a single movie and does not examine other pragmatic aspects beyond impoliteness. Future research may investigate a broader range of data sources and explore how impoliteness interacts with other pragmatic features.
Kata Kunci : Culpeper, impoliteness strategies, Narnia, pragmatics