Laporkan Masalah

How White Transforms the American Dream Into an American Nightmare in Dahmer - Monster: The Jeffrey Dahmer Story (2022)

Adhysti Keinar Phattika, Dr. Aris Munandar, M.Hum.

2025 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN AMERIKA

Serial Netflix, Dahmer – Monster: The Jeffrey Dahmer Story (2022) memaparkan bagaimana keistimewaan kulit putih dan ketimpangan ras mempermudah kejahatan keji Jeffrey Dahmer dan secara langsung mengubah konsep ‘Mimpi Amerika’ (American Dream) menjadi suatu ‘Mimpi Buruk’ (American Nightmare) yang menyeramkan bagi para korban, keluarga korban, dan komunitas mereka. Mengadopsi pendekatan interdisipliner di bawah payun Kajian Amerika (American Studies), penelitian ini menggunakan Teori Ras Kritis (Critical Race Theory/CRT) dan Studi Kulit Putih (White Study) sebagai kerangka teoritis utama untuk menganalisis bagaimana keberkulitputihan Jeffrey Dahmer berfungsi sebagai tameng pelindung yang memungkinkannya menghindari kecurigaan dari aparat penegak hukum dan masyarakat agar leluasa melakukan tindakan criminal. Metode pengumpulan data terdiri atas konten dari serial tersebut, termasuk beberapa adegan spesifik dan elemen visual dari keistimewaan kulit putih Jeffrey Dahmer dan dampaknya terhadap American Nightmare. Analisis semiotika diterapkan untuk mengkaji tanda dan simbil dalam serial tersebut seperti motif, latar, dan gerak tubuh untuk menunjukkan bagaimana tindakan Dahmer dan reaksi masyarakat. Metodologi ini  memungkinkan analisis mendalam tentang bagaimana serial tersebut menggambarkan gerak gerik Dahmer di ruang publik, keistimewaan sebagai kulit putih, dan pergeseran American Dream  menjadi American Nightmare bagi komunitas yang terpinggirkan.

Hasil analisis mengungkapkan bahwa identitas kulit putih Dahmer secara konsisten memungkinkannya memperoleh kredibilitas implisit dari mata hukum, penegak hukum, dan publik, sehingga mendukung tindakan kejahatan kejinya. Keistimewaan ini memungkinkannya  bergerak tanpa terdeteksi saat memangsa korban yang didominasi oleh kelompok kulit hitam, Asia, Hispanik, dan queer yang hilangnya mereka akan terabaikan. Serial ini menggambarkan bagaimana angan-angan keselamatan, kesetaraan, dan keadilan dalam American Dream secara tragis tidak terwujud bagi komunitas non dominan, mengubahnya menjadi American Nightmare, di mana bias melanggengkan trauma, ketidaksetaraan, dan ketidakadilan. Temuan penelitian ini signifikan karena tidak hanya menyoroti bias rasial yang memungkinkan seorang pembunuh berantai terkenal, tapi juga mendorong evaluasi kritis tentang bagaimana keistimewaan rasial secara findamental membentuk keadilan, keamanan, dan persepsi publik dalam masyarakat Amerika. Temuan ini menyarankan penelitian di masa depan untuk mengeksplorasi representasi media tentang kriminalitas kulit putih dalam narasi criminal, khususnya bagaimana pengalaman korban yang beragam dibandingkan dengan profil pelaku. 

Netflix limited series, Dahmer – Monster: The Jeffrey Dahmer Story (2022)  exposes how white privilege and  racial inequalities that profoundly shaped the trajectory of Jeffrey Dahmer’s  heinous crimes and simultaneously transform the idealized American Dream into a devastating American Nightmare for his victims, families, and their  communities. Adopting an interdisciplinary approach under the umbrella of American Studies, this research employs Critical Race Theory (CRT) and White Study as the primary theoretical frameworks to analyze how Dahmer ‘s whiteness functioned as a protective shield, allowing him to evade suspicion from law enforcement and society despite his predatory criminal acts. The data collected consists of the content from the series itself, including specific scenes, visual elements, and narrative structures of Jeffrey Dahmer’s white privilege and its impact towards the American Nightmare. Semiotic  analysis is applied to examines signs and symbols within the series, such as the visual elements, motifs, and the body language to decode how Dahmer’s actions and public reactions are depicted. This methodology allows for an in-depth examination of how the series depicts Dahmer’s movement in public spaces, the leniency shown by the judicial systems, and the shifting of American Dream into American Nightmare for the marginalized community.

The analysis reveals that Dahmer’s white identity consistently allowed him to earn implicit credibility and a benefit of doubt from legal and law enforcement and public eyes, enabling his heinous acts of crime. This privilege makes him to operate undetected while preying on predominantly Black, Asian, Hispanic, and queer victims whose their disappearance were automatically dismissed. The series portrays how the American Dream’s promise of safety, equality, and justice is tragically denied to these marginalized communities, transforming it into an ‘American Nightmare’ where biases perpetuate trauma, inequality, and injustice. The consistent devaluing of non-white lives and the protection given to white perpetrators within the justice system highlights the pervasive nature of racial inequality. Thus, this research findings are significant as they not only shed the light on the racial biases that enabled a notorious serial killer, but also compel a critical evaluation of how racial privilege fundamentally shapes justice, safety, and public perception in American society. This findings suggest avenues for future research exploring media representations of white criminality in true crime narratives, particularly examining how diverse victim experiences are portrayed comparing to the perpetrator’s profile. 

Kata Kunci : American Studies, Critical Race Theory, white privilege, American Nightmare, Jeffrey Dahmer

  1. S2-2025-513820-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513820-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513820-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513820-title.pdf