Laporkan Masalah

Menjajakan Belalang, Menjaga Harapan: Kisah Pedagang Belalang Goreng di Jalan Gading, Gunungkidul Dalam Arus Konsumsi

Syammur Sakha Zarya Marwa, Dr. Sita Hidayah, S.Ant., M.A.

2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Edible insects atau serangga yang dapat dikonsumsi merupakan makanan aneh dan menjijikan bagi sebagian banyak orang, tetapi dapat menjadi makanan alternatif bagi beberapa masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di Gunungkidul, Yogyakarta. Keberadaan edible insects, khususnya belalang goreng di tengah keragaman kuliner dapat menjadi representasi identitas Gunungkidul. Edible insects juga menjadi salah satu ladang mata pencaharian bagi masyarakat lokal setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik ekonomi para pedagang belalang goreng dan mengetahui kekhawatiran yang dialami oleh para pedagang belalang goreng yang berada di wilayah Desa Gading, Kapanewon Playen, Gunungkidul.


Penelitian ini dilakukan di wilayah Kapanewon Playen, Gunungkidul. Selama 41 hari sejak tanggal 1 Maret 2025 hingga 10 April 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode penelitian etnografi. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa  observasi partisipasi dan wawancara mendalam sebagai sumber data utamanya, dan studi literatur sebagai sumber  data pelengkap. Partisipan dalam penelitian adalah sembilan orang pedagang belalang goreng yang terbagi menjadi tujuh pedagang tetap, dua pedagang musiman, dan tiga pembeli.


Studi ini menggunakan Teori Materialisme Budaya oleh Marvin Harris untuk menjelaskan mengenai praktik dagang belalang goreng bukan sekadar strategi ekonomi, tetapi juga adanya interaksi kondisi material dan nilai-nilai budaya masyarakat Gunungkidul. Penelitian ini juga menggunakan konsep precarity, precariousness, dan vulnerability untuk menjelaskan mengenai kekhawatiran, kerentanan dan ketidakpastian yang dialami oleh pedagang belalang goreng di Jalan Gading, Gunungkidul. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian antropologi ekonomi serta menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan yang lebih adil dan inklusif bagi pelaku usaha kecil berbasis tradisi lokal.

Edible insects are considered strange and even disgusting by many people, yet they can serve as an alternative food source for certain communities in various regions of Indonesia, such as in Gunungkidul, Yogyakarta. The presence of edible insects particularly fried grasshoppers amidst a diverse culinary landscape can serve as a representation of Gunungkidul’s identity. Edible insects also provide a source of livelihood for the local population. This study examines the phenomenon of edible insect consumption and know the concerns and vulnerabilities of the fried grasshopper sellers in the Desa Gading, Kapanewon Playen, Gunungkidul.


The research was conducted in Playen Subdistrict, Gunungkidul, over a period of 41 days from March 1 to April 10, 2025. This research is qualitative research using ethnographic methods. The primary data collection techniques included participant observation and in-depth interviews, complemented by literature review as supporting data. Participants in this study included nine grasshopper sellers comprising seven permanent sellers, two seasonal sellers and three buyers.


This study uses Marvin Harris's concept of cultural materialism to explain the practice of fried grasshopper sellers is not just an economic strategy but also the interaction of material conditions and cultural values of the Gunungkidul. This study also uses the concepts of precarity, precariousness, and vulnerability to explain the concerns, vulnerabilities and uncertainties experienced by grasshopper sellers on Jalan Gading, Gunungkidul. This study is expected to contribute to the study of economic anthropology and serve as a basis for formulating more just and inclusive policies for small business actors based on local traditions.

Kata Kunci : Edible Insect, Prekaritas, Materialisme, Makanan Alternatif, Gunungkidul

  1. S1-2025-481526-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481526-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481526-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481526-title.pdf