Laporkan Masalah

ANALISIS DAN PROFIL TINGKAT KEBUGARAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

Chusla Rosdiana Dewi, Prof. Dr. Eng. Ir. Herianto, S.T., M.Eng. IPU., ASEAN. Eng

2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Dalam dunia kerja, faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi hal yang sangat penting demi menjamin produktivitas kerja. Sebagai salah satu langkah menjamin K3 tersebut, telah banyak perusahaan melakukan tahap medical check up dalam proses perekrutan karyawan untuk memastikan kompetensi fisik calon karyawan dengan beban kerja yang diberikan. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa sebagai calon pegawai yang akan turut berpartisipasi dalam dunia kerja, untuk memperhatikan kesehatan fisik sejak dini serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan fisik agar dapat meningkatkan level kesehatannya sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi kesehatan yang dibutuhkan perusahaan. Salah satu tolak ukur yang paling penting dalam penentuan status kesehatan fisik adalah kebugaran aerobik atau kebugaran kardiorespirasi karena pada sistem kebugaran ini melibatkan kinerja jantung, paru-paru, dan sistem pembuluh darah yang merupakan kunci utama dari kestabilan seluruh metabolisme tubuh. Pengukuran kebugaran aerobik dilakukan dengan subjek penelitian mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada angkatan 2007-2010 sebanyak 20 orang perempuan dan 27 orang laki-laki dengan rata-rata usia 20±1,2 tahun, tinggi badan 164±8,95 cm, dan berat badan 58,23±9,5 kg yang telah memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ergonomika Universitas Gadjah Mada dengan kondisi temperatur kerja yaitu 25 26oC dengan kelembaban udara 40-50%. Penelitian menggunakan empat metode pengukuran tidak langsung dengan variabel volume oksigen maksimal (VO2max) sebagai output. Keempat metode tersebut yaitu pengukuran skinfold, pengukuran Body Mass Index, sepeda Astrand, treadmill, dan metode pengukuran indeks kebugaran Hardvard Step Test. Masing-masing metode dilakukan pada hari berbeda untuk menentukan metode yang paling optimal. Dari hasil pengukuran dilakukan analisa hubungan kebugaran dengan tiga faktor yaitu jenis kelamin, Body Mass Index (BMI),dan level aktivitas fisik. Pengukuran aktivitas fisik dilakukan menggunakan International Physical Activity Questionnaire. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor jenis kelamin dan BMI sangat berpengaruh pada variasi tingkat kebugaran karidorespirasi/aerobik mahasiswa JTMI. Faktor jenis kelamin memiliki korelasi positif paling kuat dengan tingkat kebugaran aerobik yakni dengan perolehan VO2max melalui pengujian BMI (rs = 0,883). Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki memiliki perolehan VO2max yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Sementara itu, faktor BMI berbanding terbalik dengan perolehan VO2max. Semakin besar nilai BMI, semakin rendah volume O2max yang diperoleh, ditunjukkan dengan metode sepeda Astrand (rs = -0,667). Metode yang paling efektif untuk mengukur kebugaran kardiorespirasi/aerobik mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Industri adalah metode sepeda Astrand dengan rata-rata pencapaian VO2max tertinggi (53,24±7,82 untuk laki-laki dan 47,86±8,59 untuk perempuan).

Kata Kunci : PROFIL TINGKAT KEBUGARAN MAHASISWA

  1. S1-FTK-2012-Chusla_Rosdiana_Dewi-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2012-Chusla_Rosdiana_Dewi-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2012-Chusla_Rosdiana_Dewi-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2012-Chusla_Rosdiana_Dewi-title.pdf