Hubungan Toxic Relationship dan Depresi pada Mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Gadjah Mada
Noer Nilamsari, Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., Ph.D ; Dr.Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar
Belakang: Mahasiswa
keperawatan berada dalam fase perkembangan dewasa awal yang rentan terhadap
stres, baik dari tuntutan akademik maupun hubungan interpersonal. Salah satu
faktor yang memperburuk kesehatan mental mereka adalah adanya toxic
relationship, yaitu hubungan yang ditandai dengan manipulasi, kekerasan
psikis, dan ketidakseimbangan emosional. Kondisi ini dapat memicu gejala
depresi. Namun, penelitian terkait hubungan toxic relationship dan
depresi pada mahasiswa keperawatan masih terbatas.
Tujuan: Mengetahui
hubungan antara toxic relationship dengan skor depresi pada mahasiswa
Ilmu Keperawatan Universitas Gadjah Mada
Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian analitik korelasional dengan rancangan cross sectional.
Penelitian ini dilaksanakan pada 14-16 Mei 2025 di Program Studi Ilmu
Keperawatan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada dengan melibatkan 115 mahasiswa Ilmu Keperawatan
menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan
kuesioner Skala Toxic Relationship yang dibuat oleh Inrayani yang
dikembangkan dari aspek Fuller dan PHQ-9 yang dibuat oleh Kroenke yang
diadaptasi dalam Bahasa Indonesia oleh Dian. Data dianalisis dengan uji
korelasi Spearman Rank.
Hasil:
Skor toxic
relationship pada responden memiliki nilai median sebesar 23 (15–61) dan skor depresi memiliki nilai median sebesar 5 (0-17) yang
berada pada kategori depresi ringan (mild depression) berdasarkan
klasifikasi PHQ-9. Skor toxic relationship berkorelasi positif dengan skor
depresi dengan koefisien korelasi yaitu 0,566 (p=0,000).
Kesimpulan:
Terdapat
hubungan yang positif dengan kekuatan korelasi sedang antara skor toxic relationship
dengan skor depresi pada mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Gadjah Mada.
Kata
Kunci:
depresi, mahasiswa ilmu keperawatan, toxic relationship
Background: Nursing students
are in the early adulthood developmental stage, a period that is particularly
vulnerable to stress arising from both academic demands and interpersonal
relationships. One factor that can worsen their mental health is a toxic
relationship, which is characterized by manipulation, emotional abuse, and
emotional imbalance. Such conditions may trigger depressive symptoms. However,
research on the relationship between toxic relationships and depression among
nursing students remains limited.
Objective: To examine the
relationship between toxic relationships and depression scores among nursing
students at the Gadjah Mada University.
Methods: This study
employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The
research was conducted from May 14 to 16, 2025, at the Nursing Science Program,
Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Gadjah Mada University. A
total of 115 nursing students were recruited using purposive sampling. The
instruments used were the Toxic Relationship Scale developed by Inrayani based
on Fuller’s framework, and the PHQ-9 questionnaire developed by Kroenke,
adapted into Indonesian by Dian. Data were analyzed using the Spearman rank
correlation test.
Conclusion: There is a
moderate positive correlation between toxic relationship scores and depression
scores among nursing students at Gadjah Mada University.
Keywords: depression, nursing students, toxic relationship
Kata Kunci : depresi, mahasiswa ilmu keperawatan, toxic relationship