Efek Revitalisasi Kawasan Kayutangan Kota Malang pada Pertumbuhan Usaha Ekonomi Kawasan
Early Nabilah Elysia, Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng.
2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Kawasan Kayutangan sudah ada sejak zaman kolonial. Kawasan ini dirancang untuk menjadi pusat pertokoan untuk kalangan atas. Seiring berjalannya waktu, pertokoan kawasan kayutangan tidak dapat mengikuti pesatnya perkembangan ekonomi, sehingga kawasan ini mulai ditinggalkan. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Kota Malang membuat rencana untuk merevitalisasi Kawasan Kayutangan. Hal tersebut juga sesuai dengan arahan pada RTRW Kota Malang tahun 2010-2030. Setelah revitalisasi Kawasan Kayutangan diimplementasikan, geliat pertumbuhan usaha mulai bermunculan. Revitalisasi juga menciptakan terjalinnya hubungan antara koridor pertokoan dan kampung kayutangan Heritage dalam hal kegiatan ekonomi. Menarik untuk diketahui apakah dengan dilakukannya revitalisasi dapat membawa Kawasan Kayutangan menjadi pusat kegiatan berusaha seperti pada masa lampau.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur pertumbuhan kegiatan berusaha pada sebelum dan sesudah implementasi revitalisasi, penilaian efektivitas revitalisasi kawasan kayutangan dalam peningkatan iklim kegiatan berusaha, dan peninjauan faktor lainnya yang membuat keterhubungan antara dua zona usaha setelah revitalisasi, yaitu koridor perdagangan dan kampung kayutangan, sehingga dapat menciptakan pertumbuhan usaha yang optimal pada keduanya. Pendekatan yang digunakan adalah deduktif dengan desain pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui data instansi, kuesioner, dan wawancara. Didapati bahwa setelah revitalisasi terjadi perubahan signifikan ke arah positif dari dinamika pertumbuhan kegiatan usaha di Kawasan Kayutangan yang ditinjau dari meningkatnya pendaftaran NIB. Iklim kegiatan berusaha di Kawasan Kayutangan juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan sebelum dilakukannya revitalisasi. Dengan begitu, revitalisasi dinilai efektif dalam meningkatkan iklim kegiatan berusaha. Selain itu, ditemukan faktor keterkaitan yang mempengaruhi pertumbuhan kegiatan usaha antara dua zona usaha yang dapat memperluas serta melengkapi teori revitalisasi yang menyebabkan konsep multiplier effect.
The Kayutangan area has existed since colonial times. This area was designed to be a shopping center for the upper class. Over time, the shops in the Kayutangan area were unable to keep pace with the rapid economic development, and this area began to decline. In response to this, the Malang City government made a plan to revitalize the Kayutangan Area. This is also by the direction of the Malang City RTRW 2010-2030. Following the revitalization of the Kayutangan Area, business growth began to emerge. Revitalization also created a relationship between the shopping corridor and the Kayutangan Heritage village in terms of economic activities. It is interesting to know whether the revitalization can make the Kayutangan Area a center of business activities as in the past.
This study aims to identify elements of business activity growth before and after the implementation of revitalization, assess the effectiveness of revitalization of the Kayutangan area in improving the business climate, and review other factors that create connectivity between the two business zones after revitalization, namely the trade corridor and Kayutangan village, so that it can create optimal business growth in both. The approach used is deductive, with both qualitative and quantitative design elements. Data were collected through agency data, questionnaires, and interviews. It was found that after revitalization, there was a significant change in a positive direction from the dynamics of business activity growth in the Kayutangan Area as indicated by the increase in NIB registrations. The business climate in the Kayutangan Area also increased when compared to before revitalization. Thus, revitalization is considered effective in improving the business climate. In addition, related factors were found that influenced the growth of business activities between the two business zones which can expand and complement the revitalization theory which causes the multiplier effect concept.
Kata Kunci : Revitalisasi, Kawasan Kayutangan, Pertumbuhan Usaha, Zona Usaha dan Iklim Kegiatan Berusaha