Fitur Linguistik dan Identitas Sosial dalam Tuturan Transpuan Ian Hugen dan Lucinta Luna
Cindy Laurensia, Dr. Sailal Arimi, M.Hum
2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian ini menggunakan teori sosiolinguistik untuk melihat fenomena kebahasaan pada transpuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan fitur linguistik yang digunakan, menjelaskan identitas sosial yang terlihat dalam tuturan Ian Hugen dan Lucinta Luna, serta menunjukkan respons penonton terhadap identitas ketranspuan Ian Hugen dan Lucinta Luna. Dari penelitian yang telah dilakukan, terdapat 5 fitur fonologi, 5 leksikon tertentu, dan 9 pola gaya bahasa yang digunakan dalam 1242 data tuturan. Fitur linguistik tersebut digunakan dengan berbagai maksud atau tujuan tertentu. Identitas sosial yang dapat terbentuk dari tuturan tersebut adalah identitas jender perempuan, transpuan, dan laki-laki, serta identitas ekonomi, edukasi, dan juga agama. Respons penonton terhadap identitas ketranspuanan tokoh tersebut terbagi menjadi 3 posisi. Dari 100 komentar yang dikumpulkan, terdapat 65 komentar pada posisi hegemoni dominan, 22 komentar pada posisi negosiasi, dan 13 komentar pada posisi oposisi. Dari penelitian ini terbukti bahwa fitur linguistik dapat digunakan untuk menunjukkan suatu identitas tertentu.
This study employs sociolinguistic theory to examine linguistic phenomena in transwomen speech. The research aims to analyze the linguistic features used by Ian Hugen and Lucinta Luna, social identities reflected in the speech of Ian Hugen and Lucinta Luna, and explore audience responses to their transgender identities. The findings reveal five phonological features, five specific lexical choices, and nine language strategies patterns identified across 1,242 speech data samples. These linguistic features serve various communicative purposes. The social identities constructed through their speech include female gender identity, transwoman identity, and male identity, as well as economic, educational, and religious identities. Audience responses to their transgender identities were categorized into three positions. Out of 100 collected comments, 65 reflected dominant hegemonic positions, 22 showed negotiated positions, and 13 expressed opposition. This study demonstrates that linguistic features can effectively express specific identities.
Kata Kunci : transpuan, fitur linguistik, identitas sosial, respons penonton, Ian Hugen, Lucinta Luna