Pengaruh Implementasi Buku Edukasi Dan Monitoring Mandiri Pada Pelayanan Farmasi Berbasis Medication Therapy Management Terhadap Kepatuhan Dan Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kota Kupang
Rahmawati Sara, Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm.; Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, S.Farm., M. Kes
2025 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik
Tingginya angka kasus diabetes di Indonesia menunjukkan perlu adanya suatu intervensi untuk mencegah dan mengendalikan diabetes. Pengendalian diabetes dapat dilakukan dengan pelayanan kefarmasian berbasis Medication Therapy Management (MTM) pada penderita diabetes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi Buku Edukasi dan Monitoring Mandiri (BEMM) pada pelayanan farmasi berbasis MTM terhadap kepatuhan dan gula darah puasa (GDP) pasien DM tipe 2 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan pretest- posttest with control group. Dilaksanakan bulan November 2024 hingga Februari 2025 di Klinik Pratama DD Kupang dan Klinik Pratama Kartini. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Intervensi yang dilakukan berupa implementasi BEMM pada pelayanan kefarmasian berbasis MTM. Edukasi BEMM dilakukan sekali setiap bulan, mulai bulan pertama penelitian hingga bulan ketiga. Pengukuran kepatuhan menggunakan kuesioner MGLS (Morisky Green Levine Scale) yang terdiri dari 4 pertanyaan, serta dilakukan pengukuran GDP pasien. Pengambilan data pretest dilakukan pada bulan pertama, sebelum dilakukan intervensi dan posttest pada bulan keempat. Data dianalisis menggunakan software analisis statistik.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 128 pasien yang terbagi menjadi dua yaitu 64 pasien kelompok intervensi dan 64 pasien kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan, kelompok intervensi mengalami penurunan skor MGLS dari 1,95±1,694 menjadi 0,44±0,990 (p=0,000), dengan peningkatan pasien dalam kategori kepatuhan tinggi sebesar 46,9%, sementara kelompok kontrol mengalami penurunan dari 1,66±1,766 menjadi 1,50±1,643 (p=0,061), yang tidak signifikan. Pada kelompok intervensi, terjadi penurunan GDP sebesar 72,06±82,094 (p=0,000), sementara kelompok kontrol mengalami penurunan 7,02±33,937 (p=0,058). Hasil ini menunjukkan bahwa implemetasi BEMM berpengaruh positif terhadap peningkatan kepatuhan dan pengendalian GDP pada pasien diabetes tipe
2.
The high incidence of diabetes in Indonesia indicates the need for interventions to prevent and manage the disease. Diabetes control can be achieved through pharmacy services based on Medication Therapy Management (MTM) for diabetes patients. This study aimed to determine the effect of implementing the Education and Self-Monitoring Book (ESMB) into MTM-based pharmacy services on adherence and fasting blood sugar (FBS).
The study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest and control group. The study was conducted from November 2024 to February 2025 at the DD Kupang and Kartini primary care clinics. Purposive sampling was used for the sample selection. The intervention involved implementing ESMB in MTM-based pharmacy services. ESMB education was conducted once a month from the first to the third month of the study. Adherence was measured using the MGLS (Morisky Green Levine Scale), a 4-question questionnaire, and fasting blood glucose (FBG) measurements were taken for patients. Pretest data collection took place in the first month, before the intervention. Posttest data collection took place in the fourth month. The data were analyzed using statistical analysis software.
Based on the results of the study, the 128 patients were divided into two groups: 64 in the intervention group and 64 in the control group. The intervention group experienced a significant decrease in MGLS scores (from 1.95 ± 1.694 to 0.44 ± 0.990, p = 0.000) and an increase in patients in the high-adherence category (46.9%). In contrast, the control group experienced a non-significant decrease in MGLS scores (from 1.66 ± 1.766 to 1.50 ± 1.643, p = 0.061). In the intervention group, there was a decrease in fasting blood sugar levels of 72.06±82.094 (p=0.000), while the control group experienced a decrease of 7.02±33.937 (p=0.058). These results suggest that implementing ESMB positively impacts improvement.
Kata Kunci : MGLS, GDP, Kontrol Glikemik, Terapi Diabetes, FBG, Glycemic Control, Diabetes Therapy