Pengembangan Aplikasi berbasis Android sebagai Media Edukasi Pengelolaan Spodoptera exigua pada Bawang Merah
Ibrahim Risyadbana, Dr. Ir. Nugroho Susetya Putra, M.Si.
2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Peningkatan
produktivitas budidaya bawang merah tidak hanya bergantung pada teknik dan
praktik budidaya yang tepat, tetapi juga pada ketersediaan alat manajemen
usahatani yang efisien dan bersifat ilmiah. Sebagai respons terhadap
perkembangan infrastruktur digital di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan,
teknologi ponsel, terutama aplikasi berbasis Android, dapat dimanfaatkan
untuk mendukung kegiatan penyuluhan pertanian, baik sebagai media edukasi
maupun sebagai alat pengelolaan data usahatani secara efektif dan efisien
sebagai upaya untuk membantu kegiatan produksi petani bawang merah. Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android yang
berfungsi sebagai media edukasi sekaligus manajemen usahatani, spesifik pada
bawang merah. Proses pengembangan mengikuti model System Development Life
Cycle (SDLC), dengan pendekatan Extreme Programming (XP) dari
metodologi Agile Software Development untuk menghasilkan purwarupa
secara bertahap dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Aplikasi ini memiliki
dua fungsi utama: (1) menyediakan materi edukasi yang mudah diakses terkait
teknik budidaya, varietas unggulan, serta organisme pengganggu tumbuhan utama
bawang merah, yakni Spodoptera exigua dan (2) memfasilitasi
pengelolaan usahatani secara digital, meliputi surveilensi hama dan penyakit
tumbuhan, pengelolaan lahan, pencatatan produk dan perlakuan atau pengendalian,
serta dokumentasi kebutuhan biaya dan aspek finansial lahan. Implementasi
rancangan pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Dart
dan Flutter sebagai pustaka kode, dengan sistem penyimpanan hibrida,
yakni: (1) Firebase untuk akses daring berbasis cloud database,
dan SQLite untuk menyimpan data secara lokal saat luring. Hasil
pengujian kode yang telah dikompilasi pada sistem operasi Android versi
10 ke atas menunjukkan bahwa prototipe ini dapat digunakan sebagai alat digital
yang terintegrasi, fleksibel, dan mudah digunakan untuk mendukung kegiatan
penyuluhan dan pengelolaan usahatani bawang merah.
Increasing the
productivity of shallot farming requires not only appropriate cultivation
techniques and practices, but also efficient and informed management farm
tools. Considering of the growing digital infrastructure in Indonesia,
especially in rural areas, mobile technology, particularly Android-based
application, offers a strategic opportunity to support agricultural guidance,
both as an educational platform and farm data management tools in more
efficient and effective ways as an effort to help shallot farmers productivity.
This study aims to develop an Android-based application as an educational media
and farm management tools, focusing on shallot cultivation for a spesific pest,
Spodoptera exigua. The development process followed the System
Development Life Cycle (SDLC) framework model, adopting the Extreme Programming
(XP) implementation from Agile Software Development to enable iterative and
user-oriented prototyping. The application features two core functionalities:
(1) to provide an accessible educational content on shallot cultivation,
varieties, and major pests and diseases, particularly Spodoptera exigua
and (2) to facilitate a management tool for pest and disease surveillance, land
management, product and treatment tracking, and financial documentation. The
design implementation was developed using Dart as a programming language and Flutter
as a code library, using hybrid database system: (1) Firebase as a cloud-based
operations for online access and (2) SQLite to store data locally for offline
access. The compiled code was tested on Android version 10 and above, indicates
that the prototype demonstrated the potential as an integrated, flexible, and
user-friendly solution to support digital agricultural guidance for shallot
farmers.
Kata Kunci : teknologi digital, aplikasi Android, edukasi pertanian, manajemen usahatani, bawang merah