Laporkan Masalah

Pemaknaan Audiens terhadap Beban Ganda Perempuan Generasi Sandwich: Analisis Resepsi dalam Film Home Sweet Loan (2024)

Azqia Mursyidah, Acniah Damayanti, S.I.P., M.Sc.

2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Fenomena generasi sandwich, terutama yang dialami oleh perempuan pekerja, menjadi isu sosial yang semakin relevan di tengah dinamika demografi dan tekanan ekonomi di Indonesia. Perempuan dalam posisi ini sering kali harus menanggung beban ganda, yaitu mengemban tanggung jawab di ranah domestik dan ranah publik, sekaligus menopang kebutuhan lintas maupun antar generasi sehingga beban yang ditanggung tak hanya ganda namun menjadi berlapis. Film Home Sweet Loan (2024) mengangkat representasi beban ganda perempuan generasi sandwich melalui karakter Kaluna, seorang perempuan muda yang menghadapi konflik antara mewujudkan impian pribadi atau melakukan pengorbanan untuk keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis resepsi model multidimensi dari Schrøder (2000), mencakup enam dimensi resepsi, yaitu motivation, comprehension, discrimination, position, evaluation, dan implementation,  untuk memahami bagaimana audiens memaknai representasi beban ganda perempuan generasi sandwich dalam film tersebut secara holistik. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan enam informan, menunjukkan bahwa audiens tidak hanya menonton secara pasif, melainkan secara aktif mengonstruksi makna melalui pengalaman dan nilai pribadi mereka. Informan sebagai audiens menangkap adanya ketimpangan peran dalam keluarga, bias gender dan kentalnya budaya patriarki, serta dilema antara tanggung jawab keluarga dan pengorbanan diri yang sering kali dihadapi oleh perempuan generasi sandwich sehingga beban yang ditanggung tak hanya ganda namun berlapis. Penelitian ini menunjukkan bahwa film menjadi medium penyampaian pesan reflektif dan kritis yang membangun kesadaran audiens terhadap isu sosial dan ekonomi, serta membentuk pemahaman kolektif mengenai peran dan beban yang diemban perempuan.


The sandwich generation phenomenon, especially experienced by working women, has become an increasingly relevant social issue amid demographic changes and economic pressure in Indonesia. Women in this position often carry a double burden, handling responsibilities in both domestic and public spheres, while also supporting multiple generations at once, making the burden not only double but multiple. The Home Sweet Loan movie (2024) represents this double burden through the character of Kaluna, a young woman who faces a conflict between her personal dreams and the need to sacrifice for her family. This research uses the multidimensional reception analysis model by Schrøder (2000), which includes six dimensions: motivation, comprehension, discrimination, position, evaluation, and implementation, to understand how audiences interpret the representation of the double burden of sandwich generation women in the movie in a holistic way. Based on in-depth interviews with six informants, the results show that audiences are not passive viewers, but actively construct meaning through their own experiences and personal values. The informants, as audience members, recognized inequality in family roles, gender bias, strong patriarchy culture, and the emotional dilemma between family responsibility and personal sacrifice, which are often faced by sandwich generation women, resulting in not just a double, but a multiple burden. This study shows that movies can serve as a medium for delivering reflective and critical messages, helping audiences become more aware of social and economic issues, and shaping a collective understanding of the roles and burdens carried by women.

Kata Kunci : generasi sandwich, beban ganda perempuan, analisis resepsi, film Home Sweet Loan

  1. S1-2025-479807-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479807-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479807-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479807-title.pdf