Laporkan Masalah

Inovasi Wayang Sampah untuk Kepedulian Lingkungan : Studi Pemberdayaan Masyarakat pada Komunitas Wangsa Surakarta

Wisnu Surya Narendra, Bahruddin, S.Sos., M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada tahun 2024, jumlah timbulan sampah nasional mencapai 34,214,607.36 ton. Pengentasan masalah ini tidak hanya bisa mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi juga harus menyasar perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Hal salah satunya dilakukan oleh Komunitas Wayang Sampah (Wangsa) di Surakarta yang berinovasi dalam mengubah sampah menjadi benda seni yang lebih bernilai guna dan mengajak masyarakat untuk menerapkan nilai yang sama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses difusi inovasi wayang sampah yang dilakukan oleh Komunitas Wangsa untuk mengubah kebiasaan buruk masyarakat terkait pengelolaan sampah. 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami secara lebih mendalam proses difusi inovasi wayang sampah. Fokus penelitian diarahkan pada cara komunitas dalam menyebarluaskan inovasi dan penerimaannya oleh masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan anggota komunitas dan masyarakat penerima inovasi, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. 

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa penyebaran inovasi dilakukan melalui komunikasi interpersonal dan media massa dalam bentuk pengadaan workshop interaktif serta pertunjukan peduli lingkungan. Penerimaan masyarakat dipengaruhi oleh atribut inovasi yang melekat pada inovasi wayang sampah seperti kesesuaian dengan nilai-nilai umum, keunggulan relatif dibandingkan produk sebelumnya, tingkat kesulitan yang dapat ditoleransi oleh masyarakat, inovasi dapat diuji coba dalam skala kecil, serta mampu ditangkap pesan moral yang ingin disampaikan. Selain itu, inovasi wayang sampah juga mampu mendorong masyarakat penerimanya untuk mengembangkan inovasi tersebut sesuai dengan kreativitas di aras lokal. 


According to data from the National Waste Management Information System (SIPSN) in 2024, Indonesia generated 34,214,607.36 tons of waste. Addressing this issue cannot rely solely on government policies, but must also target behavioral and habitual changes within society regarding waste management. One such initiative is carried out by the Wayang Sampah (Wangsa) Community in Surakarta, which innovates by transforming waste into more valuable artistic objects and encourages the community to adopt the same values. Therefore, this study aims to analyze the diffusion process of the wayang sampah (trash puppets) innovation implemented by the Wangsa Community to change the community's poor waste management habits. 

This study uses a descriptive qualitative method with a case study approach to gain a deeper understanding of the diffusion process of the waste puppet innovation. The research focuses on how the community disseminates the innovation and its acceptance by the community. Data collection techniques include in-depth interviews with community members and innovation adopters, participatory observation, and documentary studies. 

The findings indicate that the innovation is disseminated through interpersonal communication and mass media, particularly in the form of interactive workshops and environmentally themed performances. Community acceptance is influenced by the inherent attributes of the trash puppets innovation, including compatibility with shared values, relative advantage over previous practices, manageable complexity, trialability on a small scale, and the clarity of its conveyed moral message. Moreover, the innovation has encouraged local communities to adapt and develop it further based on their own creativity and local context.

Kata Kunci : difusi inovasi, wayang sampah, Komunitas Wangsa, pengelolaan sampah, gerakan sosial, diffusion of innovation, trash puppets, Wangsa Community, waste management, social movement

  1. S1-2025-477375-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477375-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477375-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477375-title.pdf