Laporkan Masalah

Peran Sexual Self-Efficacy Terhadap Upaya Perilaku Seksual Aman Pada Emerging Adults di Indonesia

Graciella Felicia Sitompul, Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., Psikolog

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Emerging Adulthood merupakan tahap perkembangan krusial yang ditandai dengan eksplorasi identitas, termasuk dalam aspek seksual. Namun, penerapan perilaku seksual aman di kalangan pemuda Indonesia masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran sexual self-efficacy terhadap upaya perilaku seksual aman pada emerging adults di Indonesia serta mengeksplorasi variasi perilaku seksual aman berdasarkan orientasi seksual, status hubungan, dan tingkat pendidikan. Data diperoleh dari 133 partisipan berusia 18-29 tahun melalui kuesioner Sexual Self-Efficacy Questionnaire (SSEQ) dan Safe Sex Behavior Questionnaire (SSBQ). Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa sexual self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap perilaku seksual aman (R-squared = 0,232; F(1:131) = 39,5; p <0>Analisis One way ANOVA menunjukkan perbedaan perilaku seksual aman yang signifikan berdasarkan status hubungan dan orientasi seksual (p < 0>tetapi tidak signifikan pada tingkat pendidikan (p = 0,939). Individu dalam hubungan monogami dan berorientasi heteroseksual menunjukkan skor perilaku seksual aman yang lebih tinggi dibanding kelompok lainnya. Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan sexual self-efficacy dan pengembangan pendidikan seksual yang komprehensif bagi kelompok pemuda Indonesia. 

Emerging adulthood is a crucial developmental stage characterized by identity exploration, including the domain of sexuality. However, the implementation of safe sexual practices among Indonesian emerging adults remains inadequate. This present study examined the role of sexual self-efficacy in the efforts of practicing safe sex behavior among emerging adults in Indonesia and explored variations in safe sex behavior based on sexual orientation, relationship status, and educational level. A total of 133 participants aged 18-29 years completed the Sexual Safe-Efficacy Questionnaire (SSEQ) and the Safe Sex Behavior Questionnaire (SSBQ). Regression analysis indicated that sexual self-efficacy significantly predicted safe sex behavior (R-squared = 0,232; F(1:131) = 39,5; p <0 xss=removed>

Kata Kunci : sexual self-efficacy, perilaku seksual aman, emerging adult, orientasi seksual, status hubungan, pendidikan

  1. S1-2025-430586-abstract.pdf  
  2. S1-2025-430586-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-430586-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-430586-title.pdf