Pengaruh Aktifitas Fisik Ibu Hamil Pada Kehamilan Trimester III Terhadap Persalinan Preterm
Ignatius Anton Budi Harja, Dr. Bharoto Winardi, DSOG
1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN
Telah dilakukan penelitian epidemiologik non eksperimental secara case control, dengan metoda penyamaan kelompok (group matching), tentang pengaruh aktifitas fisik pada kehamilan trimester III terhadap persalinan preterm pada 42 pasang ibu yang melahirkan di RSVP Dr. Sardjito pada tahun 1996 yang telah distandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ibu hamil yang melahirkan preterm melakukan aktifitas fisik pada kehamilan trimester III yang lebih tinggi dibandingkan ibu hamil yang melahirkan aterm. Faktor luar yang dikendalikan adalah pendidikan, umur, tinggi badan, status sosial ekonomi, status pekerjaan, status gizi, dan riwayat persalinan preterm atau abortus. Aktifitas fisik diukur berdasarkan penggunaan energi harian rata-rata dengan skor aktifitas fisik yang dirancang sendiri. Skor aktifitas fisik dan data yang lain dikumpulkan secara retrospektif secara observasi dan wawancara langsung dengan subjek penelitian. Analisis yang dilakukan adalah analisis bivariat dan multivariat. Uji statistik yang digunakan dalam penyamaan kelompok kasus dan kelompok kontrol ialah uji t dan uji X-kuadrat. Kemaknaan perbedaan skor aktifitas fisik pada kelompok kasus dan kontrol dianalisis dengan menggunakan uji t. Untuk melakukan analisis multivariat digunakan analisis regresi linear berganda. Skor aktifitas fisik tidak berbeda makna secara statistik antara kelompok kasus dan kelompok kontrol (p>O,05). Pada analisis multivariat didapatkan perbedaan status gizi yang bermakna secara statistik antara kelompok kasus dan kelompok kontrol (p
Kata Kunci : Aktifitas fisik - Persalinan preterm - Kehamilan risiko tinggi