Laporkan Masalah

Formulasi Sediaan Cleansing Balm dari Minyak Biji Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) dan Evaluasi Daya Bersih

Fakhira Althafia Elfananda, Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si.

2025 | Skripsi | FARMASI

Penggunaan kosmetik yang semakin meningkat di kalangan masyarakat menuntut adanya produk pembersih yang efektif dan lembut di kulit berbasis bahan alami. Cleansing balm yang terkandung minyak biji sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) dipilih sebagai solusi untuk membersihkan kosmetik waterproof dan sunscreen secara optimal dengan menutrisi kulit tanpa meninggalkan kelembapan alaminya.  Minyak biji sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang sangat tinggi, terutama Asam alfa-linolenat (omega-3) sebanyak 40%-50% asam linoleat (omega-6) sebanyak 30%-40%. Kandungan asam linoleat yang tinggi dengan stukturnya yang memliki ikatan rangkap ganda (C=C) dalam minyak biji sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) berfungsi sebagai emolien yang mendukung peningkatan permeabilitas kulit, sehingga membantu mempertahankan kelembapannya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula cleansing balm menggunakan minyak biji sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) dengan penentuan run optimum yang menambahkan bahan cera flava sebagai agen peningkat konsistensi dan polisorbat 80 sebagai emulsifier. Formula dibuat sebanyak delapan run dengan masing-masing variasi konsentrasi berbeda.

Metode penelitian meliputi run cleansing balm, diikuti dengan pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya bersih, daya sebar, titik leleh, dan stabilitas yang akan dianalisis dengan metode Simple Lattice Design (SLD) menggunakan software Design Expert versi 13 dan software SPSS secara deskriptif serta statistik.

Optimasi run dilakukan menggunakan model linear, sebagaimana direkomendasikan oleh software, untuk ketiga parameter respons yang dianalisis. Hasil optimasi menghasilkan komposisi terbaik dengan konsentrasi cera flava sebesar 5% dan polisorbat 80 sebesar 15%. Run ini terbukti memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk masing-masing parameter yang diperlukan dalam sediaan cleansing balm, termasuk pH, titik leleh, dan daya sebar. Selain itu, berdasarkan hasil uji stabilitas menggunakan metode cycling test selama enam hari (tiga siklus), run menunjukkan kestabilan yang baik. Tidak ditemukan perubahan yang signifikan secara statistik (P > 0,05) pada seluruh parameter uji, yang menandakan bahwa sediaan mampu mempertahankan kestabilan fisiknya meskipun mengalami fluktuasi suhu ekstrem selama penyimpanan.

The increasing use of cosmetics among the public demands the availability of effective and gentle cleansing products based on natural ingredients. Cleansing balm containing sacha inchi seed oil (Plukenetia volubilis L.) is chosen as a solution to optimally remove waterproof cosmetics and sunscreen while nourishing the skin without leaving its natural moisture. Sacha inchi seed oil (Plukenetia volubilis L.) has a very high content of unsaturated fatty acids, particularly alpha-linolenic acid (omega-3) at 40%-50% and linoleic acid (omega-6) at 30%-40%. The high content of linoleic acid, with its structure containing double bonds (C=C) in sacha inchi seed oil (Plukenetia volubilis L.), acts as an emollient that supports increased skin permeability, thereby helping to maintain its moisture.

This study aims to develop a cleansing balm formulation using sacha inchi seed oil (Plukenetia volubilis L.) by determining the optimum run that adds cera flava as a viscosity agent and polisorbat 80 as an emulsifier. Eight runs of runs were created, each with different concentration variations.

The research methods include the formulation of the cleansing balm, followed by organoleptic testing, homogeneity, pH, cleansing efficacy, spreadability, melting point, and stability, which will be analyzed using the Simple Lattice Design (SLD) method with Design Expert software and SPSS software for both descriptive and statistical analysis.

Run optimization was carried out using a linear model, as recommended by the software, for the three response parameters analyzed. The optimized run resulted in the best composition consisting of 5% cera flava and 15% Polisorbat 80. This formulation met all the required criteria for cleansing balm characteristics, including appropriate pH, melting point, and spreadability. Furthermore, based on the results of the stability test using the cycling test method for six days (three cycles), the formulation showed good physical stability. No statistically significant changes were observed (P > 0.05) in any of the tested parameters, indicating that the formulation was able to maintain its physical integrity despite exposure to extreme temperature fluctuations during storage.


Kata Kunci : cleansing balm, minyak biji sacha inchi, cera flava, polisorbat 80

  1. S1-2025-481224-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481224-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481224-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481224-title.pdf