Laporkan Masalah

Penataan Ulang Taman Langsat, Kebayoran Baru menjadi Ruang Terbuka Hijau Publik dengan Konsep Green and Inclusive

Almira Faustina, Jimly Al Faraby, S.T., M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Taman Langsat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, merupakan ruang terbuka hijau berpotensi tinggi yang mengalami penurunan fungsi dan kualitas fisik karena belum direvitalisasi selama ±10 tahun. Permasalahan taman ini meliputi kondisi ekologis dan hidrologis yang kurang terawat, minimnya signage dan wayfinding, orientasi taman tertutup, estetika kurang menarik, sirkulasi belum berkeadilan, fasilitas pendukung belum optimal, serta penggunaan sudut taman sebagai tempat bermalam pengamen dan anak jalanan, memperkuat urgensi dilakukannya penataan ulang. Perencanaan ini bertujuan meningkatkan kualitas ekologi, visual, serta interaksi sosial pada Taman Langsat melalui perancangan kembali sebagai RTH publik berkonsep green dan inclusive—yaitu taman kota ramah lingkungan yang dapat diakses seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali.

Pendekatan perencanaan yang digunakan adalah pendekatan teknokratik—yaitu menitikberatkan proses perencanaan hingga pengambilan keputusan di bawah tanggung jawab perencana—yang tetap melibatkan partisipasi masyarakat melalui participatory assessment berbentuk kuesioner dan wawancara pihak kunci. Metode perencanaan mengadaptasi metode design thinking yang terdiri dari 5 tahap: tahap empati melalui observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara, tahap definisi melalui analisis sosial, ekonomi, budaya, kontekstual lanskap, benchmarking, dan visual resources management, tahap ideasi melalui pengembangan ide SCAMPER (Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, Reverse), tahap prototipe melalui desain 3D, dan tahap uji coba untuk memastikan referensi pengguna.

Konsep ini diwujudkan melalui tema “Eco-Interactive Park: Shared Place for People” dengan lima zona: Work and Grow, Healing, Eco-Thematic Garden, Dynamic Zone, dan Harmony Circle. Zona-zona ini saling melengkapi untuk mendukung aktivitas beragam, menjaga keberlanjutan, dan  menjamin  inklusivitas. Perencanaan  ini  diharapkan menghidupkan kembali Taman Langsat sebagai ruang publik ekologis, adaptif, dan sosial.


Taman Langsat in Kebayoran Baru, South Jakarta, is a high-potential urban green space that has experienced a decline in both function and physical quality due to the absence of revitalization efforts for over ten years. Problems include poorly maintained ecological and hydrological conditions, limited signage and wayfinding, closed spatial orientation, weak visual aesthetics, non-inclusive circulation, inadequate supporting facilities, and the use of several corners as sleeping areas by street performers and homeless children. These issues reinforce the urgency for a comprehensive redesign.

This project aims to improve the ecological quality, visual appeal, and social interaction by redesigning Taman Langsat as a green and inclusive public green open space—a city park that is environmentally friendly and accessible to all members of society without exception. The planning approach used is a technocratic method, where decisions remain under the planner's responsibility while still involving community participation through a participatory assessment in the form of questionnaires and key stakeholder interviews. The design method adapts the design thinking process in five stages: empathy (field observation, questionnaires, interviews), define (analysis of social, economic, cultural, landscape context, benchmarking, and visual resources management), ideation (SCAMPER: Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, Reverse), prototyping (3D design), and testing (user-based validation).

The concept is realized through the theme “Eco-Interactive Park: Shared Place for People,” divided into five synergistic zones: Work and Grow, Healing, Eco-Thematic Garden, Dynamic Zone, and Harmony Circle. Each zone supports diverse activities, sustainability, and inclusivity—reviving Taman Langsat as an ecological, adaptive, and socially connected public space.


Kata Kunci : Inklusif, Perencanaan Lanskap, Ruang Publik Perkotaan, Ruang Terbuka Hijau, Taman Kota

  1. S1-2025-474470-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474470-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474470-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474470-title.pdf