Laporkan Masalah

Big Data sebagai Indikator dalam Pengendalian Akuisisi pada Pasar Digital: Studi Komparasi antara Hukum Persaingan Usaha Indonesia dan Jerman

Risma Ayu Rahmawati, Irna Nurhayati, S.H., M.Hum., LL.M., Ph.D

2025 | Skripsi | ILMU HUKUM

Penelitian hukum ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak kepemilikan big data terhadap persaingan usaha hingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat pada pasar digital. Selain itu, penelitian hukum dilakukan untuk menganalisis kepemilikan big data sebagai komponen dan pengendalian transaksi akuisisi. 

Jenis penelitian hukum yang dilakukan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptis. Data yang digunakan bersumber dari data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Kemudian, cara pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan penelusuran literatur yang diperkuat dengan wawancara dengan narasumber. Kemudian, penulis melakukan telah berdasarkan bahan hukum yang dikumpulkan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan komparatif, dan pendekatan kasus. Penulis kemudian melakukan analisis dengan metode kualitatidf dengan melakukan interpretasi dan penyajian bahan penelitian hingga penarikan kesimpulan.  

Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kepemilikan big data dapat menjadi aset yang sangat berharga bagi perkembangan dan inovasi bisnis. Oleh karena itu, pelaku usaha berupaya untuk memperoleh big data tersebut, salah satunya melalui mekanisme akuisisi. Di sisi lain, kepemilikan big data juga dapat memperkuat posisi dominan suatu perusahaan dan menciptakan market power yang signifikan sehingga dapat menimbulkan risiko perilaku anti-persaingan seperti penyalahgunaan posisi dominan dan praktik monopoli. Untuk itu, diperlukan suatu mekanisme pengawasan yang secara eksplisit mempertimbangkan keberadaan dan implikasi dari big data dalam proses penilaian terhadap transaksi akuisisi. Dalam konteks hukum Indonesia, pengaturan mengenai akuisisi belum secara tegas memasukkan pertimbangan kepemilikan big data, berbeda dengan Jerman yang telah memperhitungkan aspek ini baik dalam tahap notifikasi maupun dalam proses penilaian akuisisi.

This legal research aims to identify and analyze the impact of big data ownership on business competition, particularly regarding the potential emergence of unfair business competition in the digital market. Furthermore, the study seeks to examine big data ownership as a component in the assessment and control of acquisition transactions.

The type of legal research conducted in this study is normative legal research with a descriptive approach. The data used are secondary data, consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. Data collection was carried out through library research, involving a comprehensive review of legal literature, which was further supported by interviews with relevant informants.The legal materials obtained were examined using the statutory approach, the comparative approach, and the case approach. The analysis was conducted using a qualitative method, by interpreting and systematically presenting the research materials, leading to the formulation of conclusions.

The results of the study indicate that the ownership of big data can be a highly valuable asset for business development and innovation. Consequently, business actors strive to acquire such big data, one of which is through acquisition mechanisms. On the other hand, ownership of big data can also strengthen a company’s dominant position and create significant market power, thereby posing the risk of anti-competitive behavior such as abuse of dominant position and monopolistic practices. Therefore, a supervisory mechanism is needed that explicitly considers the existence and implications of big data in the assessment process of acquisition transactions. In the context of Indonesian law, regulations concerning acquisitions have not yet explicitly included considerations of big data ownership, in contrast to Germany law, which has already taken this aspect into account both at the notification stage and during the assessment of acquisitions.

Kata Kunci : Data, Big Data, Akuisisi, Pasar digital, Persaingan Usaha Tidak Sehat.

  1. S1-2025-477659-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477659-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477659-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477659-title.pdf