Laporkan Masalah

ANALISIS POTENSI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEKTOR PERDESAAN DAN PERKOTAAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA MADIUN

Sepfin Dwiki Fadhillah, Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., QIA., CMA., CAPF., CAPM., CRA., CACP.

2025 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah penurunan realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2020-2024 yang tidak sejalan dengan perkembangan wilayah dan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di Kota Madiun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerimaan PBB-P2 sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Madiun. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengolah data dari Badan Pendapatan Daerah Kota Madiun serta wawancara dengan pihak terkait. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis rasio proporsi dan rasio laju pertumbuhan untuk mengklasifikasikan potensi pajak. Selain itu, dilakukan hitungan potensi PBB-P2 menggunakan luas wilayah potensi pajak, objek pajak nilai jual, dan menghitung besarnya potensi penerimaan PBB berdasarkan tarif PBB dengan Nilai Jual Objek Pajak Kena Pajak (NJOPKP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi potensi pajak berdasarkan rasio proporsi >1 dan rasio laju pertumbuhan <1> Oleh karena itu, strategi intensifikasi dan ekstensifikasi perlu diterapkan untuk mengoptimalkan sumber penerimaan daerah dan memperkuat kapasitas fiskal Kota Madiun.

The issue addressed in this study is the decline in the realization of Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) revenues from 2020 to 2024, which is inconsistent with regional development and the increase in the Tax Object Sales Value (NJOP) in Madiun City. This research aims to analyze the revenue potential of PBB-P2 as a source of Madiun City's Regional Original Revenue (PAD). Using a qualitative descriptive approach, this study processes data from the Regional Revenue Agency of Madiun City and interviews with relevant stakeholders. Data analysis involves using proportion ratios and additional ratios to classify tax potential. In addition, the potential PBB-P2 revenue is calculated based on the taxable area, the sales value of tax objects, and the applicable tax rate using the Taxable Sales Value of Tax Object (NJOPKP). The findings indicate that the classification of tax potential based on a proportion ratio >1 and an additional ratio <1>

Kata Kunci : Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Daerah, Pendapatan Asli Daerah, Potensi Penerimaan

  1. D4-2025-474049-abstract.pdf  
  2. D4-2025-474049-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-474049-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-474049-title.pdf