Laporkan Masalah

Analisis Prioritas Pengembangan Perumahan di Kapanewon Banguntapan Dengan Pendekatan Weighted Overlay dan Sistem Informasi Geografis

Miho Marta Siwi, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si.

2025 | Tugas Akhir | D4 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Peningkatan jumlah penduduk di Kota Yogyakarta telah menciptakan permintaan yang tinggi akan perumahan (tempat tinggal), mengakibatkan keterbatasan lahan dan meluasnya perkembangan kawasan urban ke wilayah penyangga seperti Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Lokasi ini menjadi pilihan karena letaknya yang dekat dengan Kota Yogyakarta dan harga tanah yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta mengevaluasi area prioritas untuk pengembangan perumahan di Kapanewon Banguntapan dengan menggunakan metode Weighted Overlay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Faktor faktor yang dianalisis meliputi kemudahan akses, topografi, karakteristik tanah, kerentanan bencana, serta jarak ke fasilitas publik seperti pendidikan (sekolah), kesehatan (rumah sakit dan sejenisnya), pusat perbelanjaan (pasar). Sumber data mencakup citra satelit SPOT 7, Peta RDTR Perkotaan Kabupaten Bantul 2024-2044, Data DEMNAS, serta Data Spasial bersumber Pemerintah Daerah. 

Hasil studi menunjukkan terdapat empat zona prioritas, dengan tiga area berklasifikasi sedang dan satu area berprioritas rendah, seluruhnya terletak di Kalurahan Wirokerten dan Jambidan. Kendala regulasi zonasi menyisakan hanya 26.234001 hektar lahan yang memenuhi kriteria pengembangan. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya perencanaan tata ruang berbasis data geospasial, optimalisasi lahan, serta keselarasan dengan kebijakan zonasi untuk mewujudkan pembangunan perumahan berkelanjutan.

The rapid population growth in Yogyakarta City has led to a surge in housing demand, resulting in land scarcity and urban expansion into peripheral areas such as Kapanewon Banguntapan, Bantul Regency. This region has emerged as a residential alternative due to its proximity to Yogyakarta City and comparatively lower land prices. This study aims to identify and evaluate priority areas for housing development in Banguntapan using the Weighted Overlay method within a Geographic Information System (GIS) framework. Key spatial parameters analyzed include accessibility, slope gradient, soil characteristics, disaster vulnerability, and proximity to public facilities such as educational institutions (schools), healthcare centers (hospitals and clinics), and commercial areas (markets). Data sources include SPOT 7 high-resolution satellite imagery, the Bantul Regency Urban RDTR Map (2024–2044), DEMNAS elevation data, and regional spatial datasets from the local government.

The analysis identified four priority zones, consisting of three medium-priority areas and one low-priority area, all located in Wirokerten and Jambidan Villages. However, zoning regulations restrict the total developable land to approximately 26.234001 hectares. These findings underscore the importance of spatial data-driven urban planning, land-use optimization, and zoning compliance to support sustainable housing development.

Kata Kunci : Pembangunan perumahan, Weighted Overlay, SIG, Tata Ruang

  1. D4-2025-482372-abstract.pdf  
  2. D4-2025-482372-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-482372-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-482372-title.pdf