Laporkan Masalah

PERANCANGAN DECISION SUPPORT SYSTEM DALAM PROSES PEREKRUTAN DELIVERYMAN PADA PERUSAHAAN MINUMAN READY TO DRINK

Aridhito Bayu Kusnanda, Ir. I Gusti Bagus Budi Dharma S.T., M.Eng. Ph.D. IPU. ASEAN.Eng

2011 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Kegiatan distribusi merupakan suatu proses untuk menempatkan produk ke posisi yang paling dekat ketangan konsumen sehingga dapat dengan mudah dijangkau dan diperoleh konsumen yang membutuhkannya. Dalam memilih pelaku distribusi ini haruslah berdasarkan kriteria yang sesuai spesifikasi perusahaan dan sebisa mungkin menghindari penilaian secara subyektif. Hal inilah yang mendorong perlunya dibuat suatu upaya merancang sebuah sistem penilaian yang obyektif dan terstruktur agar mampu menempatkan seseorang yang tepat pada posisi tepat pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang suatu Decision Support System yang akan membantu perusahaan ketika memilih seseorang untuk menempati sebuah posisi (dalam kasus ini adalah posisi Deliveryman) berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Sehingga diharapkan proses kegiatan distribusi dapat berjalan dengan lancar dan membawa keuntungan bagi perusahaan serta kepuasan bagi konsumen. Penentuan kriteria dihasilkan melalui proses diskusi serta penyebaran kuesioner dengan pihak perusahaan, sedangkan untuk menentukan bobot antar kriteria tersebut dihitung dengan menggunakan tiga metode yaitu Perbandingan Exponential (eckenrode), Analytic Heirarchy Process (AHP) dan Analytic Network Process (ANP). Kemudian hasil pembobotan tersebut akan di input dan dijadikan dasar perhitungan di dalam form decision support system yang dibuat dalam format Macro Exel. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa kriteria yang memperoleh bobot tertinggi dari perhitungan adalah kriteria safety (Eckenrode = 0,300, AHP = 0,5574 dan ANP = 0,4304) . Untuk validasi model dilakukan pada salah satu perusahaan yang dijadikan sebagai responden yaitu Coca-Cola. Caranya adalah dengan membandingkan output antara penilaian lama dengan penilaian model baru. Pada hasilnya membuktikan bahwa metode yang menghasilkan output rangking yang cocok dengan penilaian perusahaan adalah metode AHP dan eckenrode, tetapi yang lebih baik adalah dengan menggunakan metode AHP dikarenakan adanya skala perbandingan pendapat subyektifitas yang lebih terukur dan terstruktur. Selain itu dapat disimpulkan pula bahwa form decision support system yang dibuat telah mampu merefleksikan output urutan rangking yang sama untuk calon deliveryman dari nilai tertinggi ke yang terendah.

Kata Kunci : Pemilihan Deliveryman, Decision Support System, Eckenrode, AHP (Analytic Heirarchy Process), ANP (Analytic Network Process).

  1. S1-FTK-2011-Aridhito_Bayu_Kusnanda-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2011-Aridhito_Bayu_Kusnanda-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2011-Aridhito_Bayu_Kusnanda-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2011-Aridhito_Bayu_Kusnanda-title.pdf