Evaluasi Kondisi dan Pekerjaan Preservasi Jalan Tol Pondok Aren-Serpong dengan Metode Bina Marga 2024 dan AASHTO 1993 Modifikasi
Nadhifa Salsabila, Ir. Heru Budi Utomo, M.T.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA PELAKSANAAN BANGUNAN SIPIL
Pembangunan infrastruktur menjadi
prioritas utama dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, sebagaimana tertuang
dalam Undang-Undang No. 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025-2045. Salah satu fokus
strategisnya adalah pengembangan jalan tol untuk mendukung konektivitas dan
pertumbuhan ekonomi nasional. Jalan Tol Pondok Aren – Serpong merupakan ruas
tol dalam kota yang mengalami peningkatan volume lalu lintas, terutama akibat
tingginya mobilitas dan banyaknya kendaraan berat. Hal ini menyebabkan
kerusakan perkerasan jalan dan menurunkan kualitas layanan, sehingga dibutuhkan
upaya pemeliharaan melalui kegiatan preservasi.
Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi kondisi dan pekerjaan preservasi pada Jalan Tol Pondok Aren –
Serpong menggunakan dua metode, yaitu Bina Marga 2024 dan AASHTO 1993
Modifikasi. Evaluasi struktural berdasarkan metode Bina Marga 2024 menggunakan
data Falling Weight Deflectometer (FWD) menunjukkan bahwa perkerasan
masih dapat menahan beban lalu lintas sesuai umur rencana. Evaluasi
nonstruktural menggunakan data International Roughness Index (IRI)
mengidentifikasi adanya enam segmen jalan dengan nilai IRI lebih dari ambang
batas 4m/km. Pada segmen tersebut diperlukan tebal lapis tambah (overlay)
sebesar 40mm. Analisis menggunakan metode AASHTO 1993 Modifikasi menunjukkan
kondisi perkerasan masih dapat menahan beban lalu lintas juga.
Pekerjaan preservasi yang direkomendasikan meliputi pengupasan perkerasan lama (scrapping), penambalan lokal bila diperlukan, pemasangan lapis perekat (tack coat), dan penghamparan aspal beton (asphalt concrete/AC). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan berkendara, memperpanjang umur layanan, dan menjaga kualitas permukaan jalan tol sesuai standar pelayanan minimum.
Infrastructure development is a
top priority in realizing the Indonesia Emas Vision 2045, as stated in Law No.
59 of 2024 concerning the National Long-Term Development Plan (RPJPN)
2025–2045. One of its strategic focuses is the expansion of toll roads to
support connectivity and national economic growth. The Pondok Aren–Serpong Toll
Road, an urban toll segment, has experienced increasing traffic volume, mainly
due to high mobility and a significant number of heavy vehicles. This has led
to pavement deterioration and reduced service quality, necessitating
preservation efforts.
This study aims to evaluate the
condition and preservation work on the Pondok Aren–Serpong Toll Road using two
methods: the 2024 Bina Marga standard and the Modified AASHTO 1993 method.
Structural evaluation based on the Bina Marga 2024 method, utilizing Falling
Weight Deflectometer (FWD) data, indicates that the pavement can still
withstand traffic loads within its design life. Non-structural evaluation using
International Roughness Index (IRI) data identified six road segments with IRI
values exceeding the 4 m/km threshold. These segments require an additional
overlay thickness of 40 mm. The analysis using the Modified AASHTO 1993 method
also shows that the pavement remains structurally sound under current traffic
loads.
The recommended preservation work includes milling of the existing pavement, localized patching where necessary, application of tack coat, and overlay with asphalt concrete (AC). These activities aim to improve driving comfort, extend service life, and maintain the road surface quality in accordance with minimum service standards.
Kata Kunci : Preservasi, Bina Marga 2024, AASHTO 1993 Modifikasi