Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Sakit Kepala serta Gambaran Pengalaman Masyarakat Terhadap Iklan Obat Sakit Kepala di Kabupaten Sleman
Ardhia Paramesti Faisa Putri, apt. Fathul Muin, M.Pharm.
2025 | Skripsi | FARMASI
Sakit kepala adalah penyakit yang
umum dialami masyarakat dan sudah banyak swamedikasi yang dilakukan untuk
mengatasinya. Banyaknya iklan obat sakit kepala yang tersebar di media massa
dapat mendorong perilaku swamedikasi pada sakit kepala. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan
perilaku swamedikasi sakit kepala serta gambaran pengalaman masyarakat terhadap
iklan obat sakit kepala.
Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data penelitian diambil
dengan metode survei menggunakan instrumen kuesioner yang disebarkan secara online
pada masyarakat di 17 kecamatan di Kabupaten Sleman. Pengambilan sampel
dilakukan dengan metode convenience
sampling, kemudian untuk perhitungan
sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat ketelitian 10%.
Analisis data dilakukan secara deskriptif kemudian dilakukan analisis bivariate dengan chi square dengan derajat
kepercayaan 95%, untuk melihat hubungan antar variabel. Terdapat tiga
variabel yang dihubungkan yaitu karakteristik sosiodemografi, tingkat
pengetahuan, dan perilaku swamedikasi sakit kepala.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
responden memiliki pengetahuan yang tinggi sebesar 109 responden (68.6%)
mengenai swamedikasi sakit kepala. Berdasarkan uji statistik menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan pengetahuan (p-value =
0.038), usia dengan perilaku (p-value = 0.039), pendidikan dengan
perilaku swamedikasi (p-value =0.036), dan perilaku dengan tingkat
pengetahuan dengan rincian p-value sebesar 0.001 (faktor tindakan
swamedikasi sakit kepala), 0.039 (faktor frekuensi swamedikasi sakit kepala),
dan 0.000 (faktor repetisi swamedikasi sakit kepala). Kesimpulan dari penelitian
ini yaitu, responden memiliki pengetahuan tinggi dan perilaku yang baik dalam
swamedikasi saat sakit kepala, serta diperoleh hubungan yang signifikan antara jenis
kelamin dengan pengetahuan, usia dan pendidikan dengan perilaku, dan
pengetahuan dengan perilaku.
Headaches are a common ailment
experienced by the public, and many individuals engage in self-medication to
address this issue. The abundance of advertisements for headache medications
disseminated through mass media can encourage self-medication behavior for
headaches. Therefore, this study aims to determine the relationship between
knowledge levels and self-medication behavior for headaches, as well as to
describe the public's experiences with headache medication advertisements.
This research employs a
cross-sectional method. Data were collected through a survey using a
questionnaire distributed online to the community across 17 districts in Sleman
Regency. The sampling was conducted using convenience sampling, and the sample
size was calculated using Slovin's formula with a precision level of 10%. Data
analysis was performed descriptively, followed by bivariate analysis using the
chi-square test with 95% confidence level, to examine the relationships among
the variables. Three variables were analyzed: sociodemographic characteristics,
knowledge level, and self-medication behavior for headaches.
The results indicate that
respondents had a high level of knowledge, with 109 individuals (68.6%)
demonstrating awareness of self-medication for headaches. Statistical tests
revealed significant relationships between gender and knowledge (p-value =
0.038), age and behavior (p-value = 0.039), education and self-medication
behavior (p-value = 0.036), as well as between behavior and knowledge level,
with p-values of 0.001 (for self-medication actions), 0.039 (for the frequency
of self-medication), and 0.000 (for the repetition of self-medication). In
conclusion, the study found that respondents possess high knowledge and good
behavior regarding self-medication for headaches. Additionally, significant
relationships were identified between gender and knowledge, age and behavior,
education and behavior, and knowledge and behavior
Kata Kunci : Sakit Kepala, Swamedikasi, Iklan Obat, Tingkat Pengetahuan, dan Perilaku