Antara Kenyamanan dan Kesadaran Lingkungan: Studi Kasus Mahasiswa Pengguna KRL Jogja-Solo
Sylvia Latifa, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si.
2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Yogyakarta dan Jawa Tengah merupakan wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi antarkota. Kondisi ini memicu adanya peningkatan polusi udara dan kerusakan lingkungan akibat mobilitas dengan kendaraan berbahan bakar fosil. Mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang paling sering melakukan mobilitas dalam aktivitas menuju kampus. Kondisi ini mendorong pentingnya penggunaan moda transportasi ramah lingkungan yaitu KRL Jogja-Solo pada mahasiswa sebagai dekat dengan isu lingkungan.
Riset etnografi ini dilakukan pada Januari hingga Mei 2025 dengan melakukan in-depth interview, observasi partisipatif, studi literatur, pengamatan sosial media, dan dokumentasi. Skripsi ini memaparkan pentingnya penggunaan transportasi ramah lingkungan oleh mahasiswa dengan menggunakan KRL Jogja-Solo sebagai pilihan moda menuju kampus. Melalui pengamatan yang didasari oleh studi antropologi perkotaan, skripsi ini akan memaparkan secara mendalam respon mahasiswa sebagai pengguna layanan transportasi ramah lingkungan melalui KRL Jogja-Solo.
Dalam menjawab pertanyaan penelitian mengapa KRL Jogja-Solo menjadi pilihan mahasiswa dalam bermobilitas menuju kampus ditemukan bahwa penggunaan KRL Jogja-Solo oleh mahasiswa dilakukan atas dorongan kebutuhan perjalanan menggunakan moda yang cepat dan efisien. KRL Jogja-Solo dianggap sebagai pilihan moda menuju kampus yang nyaman, aman, dan terjangkau oleh mahasiswa. Sedangkan faktor lingkungan belum menjadi alasan utama bagi mahasiswa untuk menggunakan KRL karena kurangnya promosi sebagai transportasi ramah lingkungan dan belum adanya integrasi transportasi lanjutan yang ramah lingkungan. Hal ini menyebabkan kesadaran lingkungan pada mahasiswa masih sebatas sebatas pada langkah-langkah kecil seperti tidak membuang sampah sembarang dan pengetahuan terhadap penggunaan KRL sebagai bentuk pengurangan emisi karbon dan penggunaan kendaraan pribadi meskipun belum pada aksi yang maksimal.
Yogyakarta and Central Java are regions with high levels of mobility between cities. This condition triggers an increase in air pollution and environmental damage due to mobility with fossil fuel vehicles. Students are one of the groups that most often carry out mobility in activities to campus. This condition emphasizes the importance of using environmentally friendly transportation modes, such as the Jogja-Solo KRL, among students to raise awareness about environmental issues.
This ethnographic research was conducted from January to May 2025 by conducting in-depth interviews, participatory observations, literature studies, social media observations, and documentation. This thesis explains the importance of the use of environmentally friendly transportation by students by using KRL Jogja-Solo as a mode choice to get to campus. Through observations based on urban anthropology studies, this thesis will explain in depth the responses of students as users of environmentally friendly transportation services through KRL Jogja-Solo.
In answering the research question of why the Jogja-Solo KRL is the preferred choice of students for commuting to campus, it was found that students use the Jogja-Solo KRL because they need a fast and efficient mode of transportation. KRL Jogja-Solo is considered a convenient, safe, and affordable mode of transportation to campus. Meanwhile, environmental factors have not been the main reason for students to use KRL due to the lack of promotion as environmentally friendly transportation and the lack of integration of environmentally friendly further transportation. This causes environmental awareness in students is still limited to small steps such as not littering and knowledge of the use of KRL as a form of reducing carbon emissions and the use of private vehicles even though it is not yet at the maximum action.
Kata Kunci : KRL Jogja-Solo, transportasi ramah lingkungan, mahasiswa