Laporkan Masalah

Pernikahan Ideal Masyarakat Jepang: Kajian Strukturalisme Lévi-Strauss atas Mitos Nezumi no Yomeiri dan Hanayome ni Nariokoneta Neko

Putri Mega Asmarani, Dr. Robi Wibowo, S.S., M.A.

2025 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Penelitian ini membahas mengenai logika berpikir masyarakat Jepang yang ada dalam mitos Nezumi no Yomeiri dan Hanayome ni Narisokoneta Neko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur-struktur dan menguraikan transformasi struktur kedua mitos tersebut dalam kehidupan sosial masyarakat Jepang. Pendekatan strukturalisme Lévi-Strauss digunakan untuk menganalisis struktur dan transformasi dalam mitos. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari berbagai sumber daring, jurnal ilmiah, dan literatur pendukung lainnya. 

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa dalam mitos Nezumi no Yomeiri dan Hanayome ni Narisokoneta Neko terdapat logika oposisi yang berpusat pada atas-bawah, tinggi-rendah, dan superior-inferior. Logika oposisi ini mencerminkan pandangan-pandangan masyarakat Jepang mengenai stratifikasi sosial, penggunaan bahasa, dan senioritas dalam perusahaan. Penggabungan struktur kedua mitos tersebut mengungkap pandangan masyarakat Jepang tradisional mengenai pernikahan, yaitu pernikahan ideal yang terjadi antara individu dalam kelas sosial yang sama, serta pernikahan yang dianggap tidak ideal, yaitu pernikahan dengan kelas sosial yang berbeda.


This research discusses the logic of thinking about Japanese society in the myths of Nezumi no Yomeiri and Hanayome ni Narisokoneta Neko. The purpose of this research is to find out the structures and describe the transformations of the structures of the two myths in the social life of Japanese society. Lévi-Strauss's structuralism approach is used to analyze the structures and transformations in the myths. This research employs a qualitative descriptive method by utilizing data obtained from various online sources, scientific journals, and other supporting literature. 

From the research conducted, it can be seen that the myths of Nezumi no Yomeiri and Hanayome ni Narisokoneta Neko contain a logic of opposition centered on up-down, high-low, and superior-inferior. This logic of opposition reflects Japanese society's views on social stratification, language use, and seniority within companies. The combined structure of the two myths reveals traditional Japanese views on marriage, namely the ideal marriage that occurs between individuals in same social classes, as well as marriages that are considered not ideal, namely marriages between different social classes. 


Kata Kunci : pernikahan ideal, nezumi no yomeiri, hanayome ni narisokoneta neko, strukturalisme, lévi-strauss

  1. S1-2025-482595-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482595-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482595-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482595-title.pdf