Dari Mitos ke Ilusi: Pembalikan Mitos dan Transendensi Semu Tokoh-Tokoh Pada Sebuah Kapal Karya Nh. Dini
Decika Syahda Maharani, Dr. Cahyaningrum Dewojati, S.S., M.Hum.
2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitos-mitos perempuan,
pembalikan mitos, serta upaya transendensi tokoh-tokoh dalam novel Pada
Sebuah Kapal karya Nh. Dini. Novel ini menggambarkan pengalaman tokoh Sri
sebagai perempuan Jawa yang hidup dalam bayang-bayang mitos perempuan,
relasi Michel dan Nicole yang tampak mendominankan perempuan, serta upaya
Sri untuk mendapatkan kebebasan dan eksistensi dirinya dari peran domestik.
Dalam penelitian ini, teknik simak, baca, dan catat digunakan untuk
mengumpulkan satuan-satuan bahasa yang menunjukkan mitos perempuan, upaya
transendensi Sri, serta pembalikan mitos dalam relais Michel dan Nicole.
Sementara itu, data dianalisis melalui tiga tahap utama, yaitu mengidentifikasi
data, mengklasifikasi data, dan menginterpretasi secara kritis data dalam konteks
teori feminis eksistensialisme Beauvoir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sri dibelenggu oleh mitos perempuan
sebagai istri dan ibu, mitos perempuan feminin ideal, dan mitos keperawanan,
sedangkan mitos perempuan penggoda melekat pada tokoh Nicole yang
menyebabkan perempuan-perempuan ini terjebak dalam kondisi imanensi. Di sisi
lain, adapun pembalikan mitos dalam relasi Michel dan Nicole. Dalam hal
tersebut, Nicole tampak mendominasi secara emosional. Akan tetapi, sebenarnya
Michel tetap memiliki kebebasan secara struktural, misalnya bebas secara seksual
dengan berselingkuh dengan banyak perempuan. Kekecewaan Michel justru
didasarkan pada Nicole yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.Sri mencoba
melawan melalui resistansi emosional dan tindakan aktif, seperti mengungkapkan
kemarahan dan berselingkuh dengan Michel. Namun, transendensinya bersifat
semu karena Sri masih menggantungkan kebahagiaannya kepada Michel. Dengan
demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembalikan posisi kuasa dalam
rumah tangga tidak menjamin kebebasan dan eksistensi perempuan. Hal ini karena
sistem patriarki tetap berfungsi melalui mitos perempuan dan struktur relasi yang
menguntungkan laki-laki.
Kata Kunci: mitos perempuan, transendensi, pembalikan mitos perempuan, feminisme eksistensial, patriarki, Simone de Beauvoir
This research explores feminine myths and their distortions, including
transcending the myths in Pada Sebuah Kapal by Nh. Dini. In the novel, Sri, a
Javanese woman, struggles to navigate the feminine myths that bound her life. She
is portrayed in the domestic life role and the relationship between Michel and
Nicole, designed to elide women's subordination and Sri's fight to liberate herself
and exist outside her social roles.
This study used observation, close reading, and note-taking to collect
relevant linguistic fragments that reflected feminine myths, Sri's striving for
transcendence, and the reversal of myths in Michel and Nicole's relationship. The
data underwent three stages of analysis: identifying, classifying, and critically
interpreting the findings.
Findings reveal that Sri is bound by the myth of a wife and mother
alongside several feminine myths like the ideal feminine and the myth of virginity.
The seductress myth captures Nicole while both women are imprisoned in the
state of immanence. On the other hand, the dynamics of a relationship between
Michel and Nicole illustrate dislocation of power, where, under normal
circumstances, women do not occupy the position of emotional authority.
However, structurally, Michel has freedom, like freedom of sexuality through
various relationships, and his unhappiness tells us what expectations are not met
by Nicole. Sri tries to struggle through emotional defiance and more direct means,
which include showing anger and having an affair with Michel. Yet, her
transcendence remains pseudo-transcendence because she still relies on Michel for
her joy. The reversal of dynamics where power is redistributed in the family does
not ensure the liberation of women or existential freedom of women, because
there are still patriarchal remnants disguised as feminine myths and narratives, and
a social organization that affords men the advantage.
Keywords: feminine myths, transcendence, myth inversion, existentialist
feminism, patriarchy, Simone de Beauvoir
Kata Kunci : Kata Kunci: mitos perempuan, transendensi, pembalikan mitos perempuan, feminisme eksistensial, patriarki, Simone de Beauvoir