PERAN PERSEPSI DISTRES PERNIKAHAN ORANG TUA DAN ASPIRASI KARIR TERHADAP INTENSI MENIKAH INDIVIDU USIA EMERGING ADULTHOOD
Regizki Maulia, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., Mpsych., Ph.D., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Penurunan angka pernikahan dalam beberapa tahun terakhir mengindikasikan pentingnya memahami faktor-faktor yang memengaruhi intensi menikah, khususnya pada individu usia emerging adult. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran persepsi distres pernikahan orang tua dan aspirasi karir terhadap intensi menikah pada individu dewasa muda. Sebanyak 243 partisipan berusia 18–25 tahun yang belum menikah dilibatkan melalui metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Skala Intensi Menikah, Skala Persepsi distres Pernikahan Orang Tua, dan Career Aspiration Scale-Revised (CAS-R). Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kedua variabel prediktor secara signifikan berkontribusi terhadap intensi menikah (R² = 0.166, p < 0>emerging adulthood.
The decline in marriage rates in recent years indicates the importance of understanding the factors that influence the intention to marry, especially among emerging adults. This study aims to examine the roles of perceived parental marital distress and career aspirations on the intention to marry in young adults. A total of 243 unmarried participants aged 18–25 were involved using purposive sampling. The instruments used included the Marriage Intention Scale, the Perceived Parental Marital Distress Scale, and the Career Aspiration Scale-Revised (CAS-R). Multiple regression analysis showed that both predictor variables significantly contributed to the intention to marry (R² = 0.166, p < 0>
Kata Kunci : intensi menikah, emerging adulthood, persepsi distres pernikahan orang tua, aspirasi karir