ANALISIS DAN MITIGASI RISIKO RANTAI PASOKAN PABRIK KELAPA SAWIT PT IVO MAS TUNGGAL
Orlando Charles Zebulon, Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi risiko dalam rantai pasokan pabrik kelapa sawit PT Ivo Mas
Tunggal serta memberikan usulan mitigasi atas risiko-risiko tersebut.
Berdasarkan data, industri kelapa sawit Indonesia menjadi tulang punggung
ekonomi nasional. Ketidakpastian dalam rantai pasokan seperti gangguan bahan
baku, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta fluktuasi harga, dapat
berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan dan pada gilirannya akan
berdampak pada perekonomian nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan
studi kasus dengan metode kualitatif deskriptif yang didukung oleh metode
kuantitatif melalui perhitungan Risk
Priority Number (RPN) menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Identifikasi risiko
dilakukan dengan pendekatan SCOR 10.0, sedangkan penilaian dan pemeringkatan
risiko dianalisis melalui FMEA dan diagram Pareto. Hasil penelitian dengan FMEA
dan diagram pareto mengungkapkan bahwa tujuh kategori risiko utama memberikan
kontribusi terbesar terhadap total nilai RPN, sehingga ketujuh risiko ini
dianggap risiko prioritas yang memerlukan penanganan segera. Atas dasar
tersebut, disusunlah strategi mitigasi risiko untuk menjaga stabilitas dan
keberlanjutan operasional pabrik yang mencakup serangkaian koordinasi dan
penguatan hubungan, perbaikan infrastruktur, pemantauan intensif, serta
penggunaan teknologi terbaru.
This study aims to identify risks in
the supply chain of PT Ivo Mas Tunggal's palm oil mill and provide mitigation
proposals for these risks. Based on the data, the Indonesian palm oil industry
is the backbone of the national economy. Uncertainty in the supply chain such
as disruption of raw materials, forest and land fires (karhutla), and price
fluctuations, can have a significant impact on the company's operations and in
turn will have an impact on the national economy. This study uses a case study
approach with a descriptive qualitative method supported by a quantitative
method through the calculation of the Risk Priority Number (RPN) using the
Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method. Risk identification is carried
out using the SCOR 10.0 approach, while risk assessment and ranking are
analyzed using FMEA and Pareto diagrams. The results of the study using FMEA
and Pareto diagrams reveal that seven main risk categories contribute the most
to the total RPN value, so these seven risks are considered priority risks that
require immediate handling. On this basis, a risk mitigation strategy is
prepared to maintain the stability and sustainability of factory operations
which includes a series of coordination and strengthening of relationships,
infrastructure improvements, intensive monitoring, and the use of the latest
technology.
Kata Kunci : Mitigasi Risiko, FMEA, SCOR, Industri Kelapa Sawit