Laporkan Masalah

KATA SERAPAN BAHASA ARAB DALAM SÊRAT PARASIPUN KANJÊNG NABI MUKHAMMAD

Dhiya Shalhi Darein, Imam Prakoso, S.S., M.A.

2025 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA

Kata serapan merupakan faktor akulturasi yang menyebabkan terjadinya pola suatu bahasa yang mengambil kosakata dari bahasa lain, contohnya adalah pada serapan bahasa Arab ke bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Jawa yang ditulis menggunakan aksara Jawa. Perubahan tersebut meliputi perbedaan pola penulisan aksara Jawa pada kosakata serapan dan perubahan fonem pada kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Jawa.

Sumber data dalam penelitian deskriptif kualitatif ini diambil dari naskah Sêrat Parasipun Kanjêng Nabi Mukhammad. Data yang diambil adalah data yang memuat kosakata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Jawa yang ditulis menggunakan aksara Jawa pada naskah. Setelah data terkumpul menggunakan metode simak dan teknik catat dengan purposive sampling, data kemudian dianalisis menggunakan metode padan translasional dan metode padan ortografis dengan teknik hubung banding dan metode agih sesuai dengan analisis yang dibutuhkan.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Jawa pada Sêrat Parasipun Kanjêng Nabi Mukhammad tidak diserap begitu saja, sehingga terdapat perbedaan. Dalam bagian penulisan, naskah ini berbeda dengan penulisan aksara Jawa dalam buku pedoman Tata Tulis Aksara Jawa – Kongres Aksara Jawa I (KAJ I). Penelitian ini juga menunjukan bahwa terdapat penambahan afiks dan perubahan fonem pada kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Jawa, diantaranya: (1) perubahan fonem vokal, (2) perubahan fonem konsonan, (3) penambahan fonem, dan (4) pengurangan fonem.

Loanwords are a significant factor acculturation in the evolution of a language, particularly when it comes to adopting vocabulary from other languages, such as the borrowing of Arabic words into Javanese. This study aims to investigate the changes that occur in Arabic loanwords when integrated into Javanese, specifically those written in the Javanese script. The changes examined include differences in the writing patterns of Javanese script for loanwords and phonemic alterations in the Arabic words as they are adapted into Javanese.

The data for this qualitative descriptive research was sourced from the manuscript Sêrat Parasipun Kanjêng Nabi Mukhammad. The selected data included Arabic loanwords in Javanese that are written in Javanese script within the manuscript. After collecting the data using the observation method and note-taking technique with purposive sampling, the data was then analyzed using the translational equivalence method and the orthographic equivalent method, employing comparative analysis techniques and distributional methods as needed.

The findings of this study indicate that Arabic loanwords in Javanese, as presented in Sêrat Parasipun Kanjêng Nabi Mukhammad, are not adopted without modification, resulting in notable differences. In terms of writing, the manuscript diverges from the Javanese script writing conventions outlined in the Tata Tulis Aksara Jawa – Kongres Aksara Jawa I (KAJ I). Furthermore, the research reveals instances of affixation and phonemic changes in the Arabic loanwords adapted into Javanese, including: (1) changes in vowel phonemes, (2) changes in consonant phonemes, (3) additions of phonemes, and (4) reductions of phonemes.

Kata Kunci : kata serapan, bahasa Arab, aksara Jawa, perubahan fonem, penambahan afiks

  1. S1-2025-482905-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482905-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482905-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482905-title.pdf