Laporkan Masalah

Pola perjalananan penduduk daerah pinggiran kota : Kasus Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang

Lamrumiris, Drs. Sujali, M.S.

2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Dalam dua dasawarsa terakhir ini, Kota Tangerang telah berfungsi sebagai tempat pelimpahan penduduk, yang disebabkan oleh proses suburbanisasi secara besar-besaran yang terjadi di wilayah DKI Jakarta. Besarnya jumlah pendatang baru dalam wilayah kota ini, khususnya di Kelurahan Karang Tengah (daerah penelitian) yang berada dalam wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta, menyebabkan keanekaragaman sosial ekonomi, budaya, serta jenis kebutuhan yang harus dipeuhi penduduk. Demikian juga kebutuhan penduduk akan sarana transportasi sangat beragam dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonominya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perjalanan penduduk daerah pinggiran kota berdasarkan maksud perjalanan, daerah tujuan perjalanan, dan penggunaan moda perjalanan, disamping untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor sosial ekonomi rumah tangga dengan jumlah perjalanan yang dihasilkan oleh rumah tangga tersebut. Studi mengenai pola perjalanan penduduk beserta berbagai aspek pembentuknya ini diperlukan sebagai masukan dalam proses perencanaan transportasi, agar sistem transportasi dapat dikelola sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Metode yang digunakan adalah metode survai, dengan menggunakan daftar pertanyaan. Populasi dibagi menjadi dua strata yaitu rumah tangga penduduk asli dan rumah tangga penduduk pendatang. Dari strata pertama (penduduk asli) diambil 30 rumah tangga, dan dari strata kedua (penduduk pendatang) diambil 40 rumah tangga sebagai sampel. Analisa data adalah dengan menggunakan analisa statistik yaitu kai kuadrat, dan korelasi product moment. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa perjalanan-perjalanan yang dibangkitkan dari Kelurahan Karang Tengah didominasi oleh perjalanan- perjalanan dengan daerah tujuan wilayah Propinsi DKI Jakarta, dan perjalanan yang dilakukan oleh pelaku perjalanan dengan status rumah tangga (asli atau pendatang) atau maksud perjalanan yang berbeda akan cenderung mempunyai daerah tujuan perjalanan yang berbeda pula. Moda perjalanan yang paling banyak digunakan adalah moda kendaraan umum, dan penggunaan moda dalam suatu perjalanan juga akan berbeda menurut maksud perjalanan dan daerah tujuan perjalanannya. Besarnya jumlah perjalanan yang dihasilkan oleh satu rumah tangga berhubungan dengan faktor sosial ekonomi rumah tangga tersebut. Implikasi kebijakan yang diusulkan berdasarkan hasil penelitian tersebut yaitu: perlu dibangunnya sarana pendidikan dan sarana rekreasi atau perbelanjaan yang sesuai dengan kebutuhan penduduk pada lokasi Kecamatan penelitian, perlu ditingkatkannya jumlah sarana angkutan umum terutama yang menuju wilayah DKI Jakarta, dan perlu dikembangkan sarana angkutan umum yang lebih nyaman dan berkualitas dengan ongkos perjalanan yang disesuaikan.

In the last two decades Tangerang city has functioned as receiving migrants caused by a huge suburbanization process occurs in DKI Jakarta "egion. A Large amount of people have been coming to live in this city, particularly in Kelurahan Karang Tengah (research area), which located in a district next to Jakarta City administrative borderline, and causes diversity in social economic condition, cultural, and community's needs. Also the need for transportation facilities is different from one to another influenced by his social economic condition. The aims of this research are to reveal the trip pattern made by people who live in suburban area base on trip purposes, destinations, and the use of transportation modes, and to seek the correlation between household's social economic factors and number of trips produced by this household. The study about trip pattern and many aspects build it, is necessary as an input in transportation planning process, so the transportation system can be managed to fulfill the community's needs. The method used in this research is survey method, with questioner. The population stratified into two strata: native household community and migrant household community. From the first strata (native household) 30 households were taken as samples, and from the second strata (migrant household) 40 households were taken as samples. Data then analyzed with statistical tests which are: chi-square, and product moment correlation. The results of this research are: trips produced from Kelurahan Karang Tengah are dominated by trips with destination to DKI Jakarta region, and trips conducted by trips agents with different household strata or purpose tend to have different destination. The most prefered transportation modes is public transport, and the preferences of transportation modes are different from one trip to another depend on trip purpose and destination. The number of trips produced by one household is related to the household's social economic factors mentioned. Based on the results, a few development implementation can be put forward, such as: building educational facilities and recreational or shopping facilities that meets community's needs in local district area, improving public transport carrying capability, and to provide more comfortable and high quality public transport facilities with adjusted travel charges.

Kata Kunci : Penduduk,pinggiran Kota,Tangerang

  1. S1-2002-104410-Lamrumiris-abstract.pdf  
  2. S1-2002-104410-Lamrumiris-bibliography.pdf  
  3. S1-2002-104410-Lamrumiris-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2002-104410-Lamrumiris-title.pdf