Laporkan Masalah

Perencanaan Pengembangan Rute Transportasi Publik Untuk Mendukung Mobilitas Penduduk Kawasan Perkotaan Yogyakarta

Huuriyah Azzahra, Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP.

2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY) merupakan perkotaan yang berstatus sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Posisi tersebut membuat kawasan perkotaan ini mengalami pertumbuhan perkotaan dan peningkatan jumlah penduduk pada setiap tahunnya yang berdampak pada meningkatnya mobilitas penduduk. Tingginya mobilitas penduduk KPY seharusnya diintervensi oleh transportasi publik. Namun, kondisi transportasi publik eksisting saat ini belum optimal untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya penggunaan harian Trans Jogja yaitu sebesar 24.549 jiwa atau 2,39?ri keseluruhan penduduk KPY. Trans Jogja sebagai transportasi publik utama di KPY hanya melayani beberapa wilayah yang berada di pusat kota dengan sedikit jangkauan pada wilayah sekitarnya. Selain itu, kondisi rute yang dianggap berputar-putar, headway yang lama, dan waktu tempuh yang lama membuat transportasi publik ini masih tidak lebih cepat dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Beberapa wilayah permukiman juga belum terjangkau oleh Trans Jogja, terlebih karakteristik jalan di KPY yang memiliki ukuran tidak terlalu lebar memberikan kebutuhan agar dapat tersedia rute feeder. Oleh karena itu, dibutuhkan rekomendasi perencanaan pengembangan rute yang efisien dan terintegrasi agar dapat mendukung kebutuhan mobilitas penduduknya.

Perencanaan ini menggunakan metode four-step model dengan pendekatan spasial. Konsep perencanaan ini mengacu pada nilai efisien dan terintegrasi yang fokus terhadap tiga aspek perencanaan yaitu moda, rute, dan halte. Berdasarkan hasil perencanaan direkomendasikan pengembangan 17 rute utama, 10 rute feeder, 131 BRT, 88 mikrobus dengan headway yang beragam yaitu 10-15 menit. Adapun dengan pengembangan rute tersebut direncanakan juga 734 halte. Perencanaan ini merencanakan tarif sebesar Rp4.000 untuk BRT dan feeder. Berdasarkan hasil analisis biaya manfaat dengan discount rate sebesar 10%, perencanaan ini dianggap layak.

Yogyakarta Urban Area (KPY) is an urban area that holds the status of a National Activity Center. The position makes it an urban area that continues to grow and experience population increase every year, which has impact on population mobility. The high mobility of KPY population should be intervented by public transportation. However, the existence of public transportation is not yet optimal in supporting population mobility needs. This is reflected in the low number of daily users of Trans Jogja, which is approximately  24.549 people or 2,39% of the KPY population. Trans Jogja as the primary public transportation in KPY operates in several routes concentrated in the city center, with limited coverage in the surrounding areas. Furthermore, the existing routes are generally regarded as ineffective, with long headways and travel times. This indicates that public transportation remains no faster than private vehicles. Several residential areas remain uncovered by Trans Jogja, primarily due to the limited width of the roads, which necessitates the development of feeder routes. Accordingly, recommendations are needed regarding integrated and efficient routes development planning to support population mobility needs.        

This planning uses the four-step model with spatial approach. The planning concept refers to efficient and integrated value that focus on three aspects that is route planning, modal planning, and bus stop planning. Based on the results of planning, recommended the development of 17 trunk lines, 10 feeder lines, 131 BRT buses, 88 microbuses with various headway of 10-15 minutes. The development of this routes is also planned 734 bus stops. This plan sets a fare of Rp4.000 for both BRT and feeder. Based on cost benefit analysis with discount rate of 10%, this planning is feasible. 

Kata Kunci : Trans Jogja, Mobilitas, Feeder, Integrasi, Efisien

  1. S1-2025-479272-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479272-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479272-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479272-title.pdf