Laporkan Masalah

PENGARUH PEMAPARAN KEBISINGAN DI ATAS NILAI AMBANG BATAS TERHADAP AMBANG PENDENGARAN TENAGA KERJA PADA PERUSAHAAN PT. MEGA ANDALAN TECHNO PARK YOGYAKARTA

Firman, Dr. Ir. I Made Miasa, S.T., M.Sc

2010 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Kebisingan merupakan salah satu faktor fisik yang pada level tertentu dapat mengganggu daya dengar tenaga kerja, mulai dengan gangguan konsentrasi, komunikasi, sampai pada cacat karena kehilangan daya dengar yang menetap. Bising dengan intensitas tinggi dapat merusak kokhlea telinga dalam sehingga menganggu fungsi pendengaran pekerja,. Gangguan pendengaran dan keseimbangan akibat kerja belum mendapat perhatian yang cukup, padahal gangguan ini menempati urutan pertama dalam daftar penyakit akibat kerja di Amerika dan Eropa dengan proporsi 35%. Di berbagai industri di Indonesia, angka ini berkisar antara 30-50%. Semakin lama tenaga kerja berada di dalam lingkungan bising, maka dapat diduga efeknya semakin berbahaya untuk pendengaran. Salah satu industri yang menimbulkan paparan kebisingan adalah perusahaan PT. Mega Andalan Techno Park yang dalam proses produksinya menggunakan mesin – mesin yang mengeluarkan suara bising. Pada beberapa unit kerja kebisingan tersebut telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) sehingga di mungkinkan terjadinya penurunan daya dengar pada tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh paparan kebisingan di atas NAB terhadap ambang pendengaran tenaga kerja. Penelitian ini mengambil sampel semua tenaga kerja pada unit kerja yang mempunyai intensitas bising di atas NAB (Penelitian Populasi) sebanyak 54 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelatif dengan pendekatan cross sectional. Alat yang digunakan adalah Soud Level Meter, audiometer, dan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik menggunakan uji korelasi product moment Pearson dan uji regeresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat unit kerja yang di ukur tingkat kebisingannya telah melebihi Nilai Ambang Batas 85 dBA yaitu unit kerja Deburing MAO, Polesh, Deburing UPS dan Grinding Cutter. Setiap hari tenaga ekrja terpapar bising selama rata-rata 8 jam dan rata-rata masa Kerja pada keempat unit kerja tersebut adalah 7 Tahun Rata-rata . Dari hasil pemeriksaan ambang pendengaran 54 tenaga kerja diketahui bahwa 9 orang menderita tuli ringan telinga kiri, 8 tenaga kerja menderita tuli ringan telinga kanan dan kiri, 18 orang mengalami tuli ringan di dua telinga sedangkan sisanya yaitu 19 tenaga kerja normal. Dengan tingkat kepercayaan 95%, pengaruh masa kerja terhadap ambang pendengaran telinga kanan adalah sebesar 10,1% dan pengaruh terhadap ambang pendengaran telinga kiri adalah 77,8%. Dari hasil penelitian tersebut disarankan agar instansi terkait membuat standar kerja (SOP) yang memuat mengenai kewajiban penggunaan alat pelidung diri terutama pelindung telinga untuk mengurangi dampak kebisingan lingkungan kerja. Bagi tenaga kerja agar disiplin dalam menggunakan alat pelindung telinga saat bekerja sehingga dapat mengurangi dampak negatif kebisingan lingkungan kerja terhadap pendengarannya.

Kata Kunci : masa kerja, ambang pendengaran, kebisingan

  1. S1-FTK-2010-Firman-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2010-Firman-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2010-Firman-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2010-Firman-title.pdf