EFEKTIVITAS RENCANA TATA RUANG WILAYAH TERHADAP KONSERVASI CADANGAN KARBON DI TUJUH KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT
Sukma Dyah Aini, Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP. Ph.D
2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tutupan hutan terbesar dan menjadi negara ke-3 dengan kekayaan hati terbesar di dunia justru harus menghadapi fenomena deforestasi dalam kurun waktu dua dekade. Hilangnya tutupan hutan akibat deforestasi perlu menjadi perhatian khusus, karena hutan sebagai sebuah ekosistem menyediakan beragam manfaat berupa jasa ekosistem. Ekosistem ini merupakan barang publik (public goods) sehingga pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, ebagai barang publik yang bersifat kolektif, diperlukan para teknokrat dan pengambil keputusan dalam melahirkan rencana tata guna lahan yang rasionalis sebagai dasar pengambilan keputusan untuk memaksimalkan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas komparasi skenario prediksi perubahan lahan dan neraca karbon antara pendekatan yang menggunakan data citra satelit dan pendekatan tata ruang dengan menggunakan data pola ruang yang telah direncanakan kemudian diestimasikan prediksi perubahannya dengan skenario tertentu, untuk mengetahui apakah dokumen rencana tata ruang lebih efektif dibandingkan skema perencanaan yang mengikuti kebutuhan pasar.
Pulau Kalimantan, sebagai salah satu penyumbang tutupan hutan terbesar juga mengalami angka deforestasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dipilih beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan sebagai lokasi penelitian ini yang terdiri dari Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-kuantitatif dengan paradigma positivistik, dengan framing untuk menjadi alat kritik rencana tata ruang. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan analisis prediksi perubahan lahan, analisis prediksi cadangan karbon, serta valuasi neraca karbon untuk menelisik tingkat efektivitas dokumen rencana tata ruang.
Hasil analisis penelitian ini menunjukkan adanya dinamika perubahan lahan serta prediksinya untuk tahun mendatang. Selanjutnya, dinamika dan prediksi perubahan lahan ini menjadi masukan untuk memprediksi cadangan karbon serta neraca valuasinya di masa mendatang. Dari analisis tersebut, diketahui bahwa skenario yang diproyeksikan untuk melindungi kawasan lindung pada rencana tata ruang pun tidak menjamin nilai keberlanjutan ekologis. Temuan penelitian ini menyoroti bahwa rencana tata ruang tidak menjamin efektivitas pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam konteks penelitian ini ditinjau melalui nilai neraca karbon. Temuan ini memperluas pandangan teori pro-planning maupun anti-planning, bahwasanya seringkali proses perencanaan tidak mencapai titik ideal yang membawa pada kesejahteraan masyarakat. Temuan hasil penelitian yang menunjukkan ketidakselarasan dengan teori pro-planning dapat menjadi kritik bahwasanya diperlukan upaya perbaikan dalam proses perencanaan wilayah supaya menciptakan keseimbangan dan keberlanjutan sosial-ekonomi-lingkungan.
Kata Kunci : neraca karbon, prediksi tutupan lahan, prediksi neraca karbon, teori perencanaan