Keberlanjutan Usahatani Padi Organik dan Non Organik di Kabupaten Bondowoso
Sugesti Dwi Aprilia, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M. Ec. ; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.
2025 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian
Tingkat ketergantungan
petani Indonesia terhadap pupuk anorganik dan pengunaan bahan kimia untuk
pengendalian OPT sangat tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi ketergantungan
petani terhadap bahan kimia yaitu dengan menerapkan sistem pertanian
berkelanjutan dengan pertanian organik. Kabupaten Bondowoso merupakan salah
satu wilayah di Jawa Timur yang mengembangkan padi organik dari tahun 2009.
Penting untuk mengetahui status keberlanjutan usahatani padi melihat pentingnya
program pertanian organik yang dapat memperbaiki kerusakan lingkungan akibat
penerapan pertanian konvensional. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1)
membandingkan produktivitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi
organik dan non organik, (2) membandingkan pendapatan usahatani padi organik
dan non organik, (3) membandingkan tingkat status keberlanjutan usahatani padi
organik dan non organik, (4) merumuskan indikator kunci yang paling dominan
terhadap keberlanjutan usahatani padi organik dan non organik. Lokasi
penelitian ditentukan secara purposive di tiga kecamatan di Kabupaten
Bondowoso. Sampel ditentukan dengan proportionate non probabilistic sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 158 petani, dengan 64
petani organik dan 94 petani non organik. Analisis yang digunakan yaitu independent t-test, Ordinary Least Square (OLS), dan Multidimensional Scaling (MDS). Berdasarkan hasil penelitian
diketahui bahwa produktivitas padi organik lebih tinggi dibandingkan padi non
organik. Peningkatan penggunaan input luas lahan, tenaga kerja, dan penggunaan
pupuk urea,penggunaan pupuk SP-36 serta pengurangan penggunaan input benih akan
meningkatkan produksi padi non organik. Peningkatan input luas lahan, benih,
tenaga kerja, pestisida organik akan meningkatkan produksi padi organik.
Penerapan usahatani padi organik mempu menurunkan biaya produksi, serta
meningkatkan penerimaan dan pendapatan, dan uji statistik menunjukan bahwa
pendapatan usahatani padi organik lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan
usahatani padi non organik. Hasil
ordinasi Rap-Rice dengan metode MDS
menunjukan bahwa indeks keberlanjutan usahatani padi organik lebih
tinggi daripada keberlanjutan usahatani padi non organik. Status keberlanjutan
usahatani padi organik masuk dalam kategori sangat berkelanjutan, sedangkan,
status keberlanjutan usahatani padi non organik termasuk dalam kategori kurang
berkelanjutan. Indikator kunci keberlanjutan usahatani padi organik pada
dimensi ekonomi (permodalan usahatani), sosial (tingkat pendidikan), lingkungan
(Luas Lahan), kelembagaan (adanya pertemuan kelompok tani), dan teknologi
(Adopsi teknologi oleh petani). Indikator kunci keberlanjutan usahatani padi
non organik pada dimensi ekonomi (permodalan usahatani), sosial (pengalaman
usahatani), lingkungan (kondisi tanah/kesesuaian lahan untuk padi), kelembagaan
(intensitas konflik antar anggota kelompok tani), dan teknologi (adopsi
teknologi oleh petani).
The level of dependence of Indonesian farmers on inorganic
fertilizers and the use of chemicals for pest control is very high. One way to
address this dependence on chemicals is by implementing sustainable agriculture
through organic farming. Bondowoso Regency, located in East Java, has been
developing organic rice since 2009. It is important to assess the
sustainability status of rice farming, considering the significance of organic
farming programs that can mitigate environmental damage caused by conventional
farming practices. The objectives of this study are: (1) to compare the
productivity and factors affecting the production of organic and non-organic
rice, (2) to compare the income of organic and non-organic rice farming, (3) to
compare the sustainability status of organic and non-organic rice farming, (4)
to identify the most dominant key indicators of sustainability for both organic
and non-organic rice farming. The research location was purposively selected in
three districts of Bondowoso Regency. The sample was determined using proportionate
non probabilistic sampling.
Data was collected through interviews with 158 farmers, consisting of 64
organic farmers and 94 non-organic farmers. The analyses used were independent
t-test, Ordinary Least Squares (OLS), and Multidimensional Scaling (MDS). The
results of the study show that the productivity of organic rice is higher than
that of non-organic rice. The increase in input use, such as land area, labor,
and urea fertilizer, SP-36 fertilizier as well as a reduction in seed usage,
will increase the production of non-organic rice. Meanwhile, the increase in
input use, such as land area, seeds, labor, and organic pesticides, will
increase the production of organic rice. The implementation of organic rice
farming reduces production costs while increasing revenue and income.
Statistical tests show that the income from organic rice farming is higher than
that from non-organic rice farming. The Rap-Rice ordination results using the
MDS method indicate that the sustainability index of organic rice farming is
higher than that of non-organic rice farming. The sustainability status of
organic rice farming is categorized as “good sustainable”, while the
sustainability status of non-organic rice farming is categorized as “less
sustainable”. The key sustainability indicators of organic rice farming include
the economic dimension (farm capital), social dimension (education level),
environmental dimension (land area), institutional dimension (presence of
farmer group meetings), and technological dimension (technology adoption by
farmers). Meanwhile, the key sustainability indicators of non-organic rice
farming include the economic dimension (farm capital), social dimension
(farming experience), environmental dimension (soil condition/suitability for
rice cultivation), institutional dimension (intensity of conflicts among farmer
group members), and technological dimension (technology adoption by farmers).
Kata Kunci : Keberlanjutan, Padi Organik, Non Organik, Multidimensional Scaling, Bondowoso