Joom Jak Sasi: A Case Study Of An Indigeneous Women's Community That Practice Traditional Coastal Management In Aduwei, Raja Ampat
Yustina Priskila Patricia Kabes, Dr. Jonathan D. Smith
2025 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya
Penelitian ini mengeksplorasi peran komunitas Joom Jak Sasi, kelompok yang dipimpin oleh perempuan adat yang mempraktikkan konservasi laut tradisional di Aduwei, Raja Ampat. Mengacu pada system sasi adat yang mengatur penggunaan sumber daya melalui penutupan musiman, studi ini menyoroti bagaimana gender, tradisi, dan agama saling bersinggungan untuk mempromosikan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Sasi yang dulunya merupakan domain yang didominasi laki-laki, kini semakin dipengaruhi oleh kepemimpinanperempuan, khususnya melalui kelompok Joom Jak Sasi yang didirikan pada tahun 2022. Studi ini menelitibagaimana para perempuan ini menegosiasikan struktur patriarki sambil mempromosikan tata kelola ekologiyang inklusif,yang berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat dan perlindungan keanekaragaman hayati. Tesis ini juga menyelidiki bagaimana kreativitas keagamaan memainkan peran kunci dalam menanamkan sasi dalam ritual Kristen melalui keterlibatan GKI (Gereja Kristen Injili di Tanah Papua), sehingga memperkuatpartisipasi masyarakat dan tanggung jawab spiritual dalam konservasi. Dengan menggunakan kerangka kerjakonservasi ekofeminis dan berkeadilan serta berdasarkan etnografi kritis, penelitian ini menggabungkan kerjalapangan, observasi partisipan, dan wawancara dengan para aktor utama seperti pemimpin perempuansetempat, otoritas adat, pejabat gereja, dan fasilitator LSM dari YKAN. Temuan penelitian menunjukkanbahwa perempuan adat bertindak sebagai penjaga budaya dan ekologi, menantang hierarki gender tradisionalsekaligus merevitalisasi sistem pengetahuan lokal. Lebih jauh, integrasi upaya konservasi adat, agama, dan ilmiah telah berkontribusi pada pengelolaan sumber daya laut yang lebih adil dan efektif. Dengan memusatkanperan perempuan dalam konservasi lingkungan, inisiatif Joom Jak Sasi tidak hanya melestarikan ekosistemalam tetapi juga mendefinisikan ulang peran kepemimpinan dan memperkuat identitas budaya dalammenghadapi perubahan ekologi dan sosial.
This research explores the case of Joom Jak Sasi, a community group led by Indigenous women practicing traditional marine conservation in Aduwei, Raja Ampat. Drawing on the customary sasi system, which regulates resource use through seasonal closures, the study highlights how gender, tradition, and religion intersect to promote sustainable environmental management. Once a male-dominated domain, sasi in Aduwei has been increasingly influenced by female leadership, particularly through the Joom Jak Sasi group established in 2022. The thesis examines how these women negotiate patriarchal structures while promoting inclusive ecological governance, contributing to community empowerment and biodiversity protection. The article also investigates how religious creativity plays a key role in embedding sasi in Christian rituals through the involvement of the GKITP (Evangelical Christian Church of the Land of Papua), thereby strengthening community participation and spiritual responsibility in conservation. Using a framework of ecofeminism and equitable conservation, this thesis used critical ethnography that combined fieldwork, participant observation, and interviews with key actors such as local women leaders, customary authorities, church officials, and facilitators from YKAN (Nature Conservancy Indonesia Program). The research findings show that Indigenous women act as cultural and ecological guardians, challenging traditional gender hierarchies while revitalizing local knowledge systems. Furthermore, the integration of customary, religious, and scientific conservation efforts has contributed to more equitable and effective management of marine resources. By centering the role of women in environmental conservation, Joom Jak Sasi women not only conserve natural ecosystems but also redefine leadership roles and strengthen cultural identities in the face of ecological and social change.
Kata Kunci : Joom Jak Sasi, Religious Creativity, Ecofeminism, Indigenous Knowledge, Equitable Conservation