Laporkan Masalah

HAKIKAT PENGETAHUAN PADA NASKAH “JANGKA RONGGOWARSITO” DALAM PERSPEKTIF AL-HIKMAH AL-MUTA’ALIYAH

Mohammad Eka Yulianto, Dr. Arqom Kuswanjono, S.S., M.Hum.; Dr. Agus Himmawan Utomo, S.S., M.Ag.

2025 | Disertasi | S3 Ilmu Filsafat

Disertasi ini berjudul ‘Hakikat Pengetahuan Pada Naskah “Jangka Ronggowarsito” dalam Perspektif Al-Hikmah Al-Muta’aliyah’. Naskah terdiri atas tiga teks yang masing-masing berjudul Sabda Pranawa, Jakalodhang, dan Kalatidha. Teks-Teks tersebut adalah hasil karya dari Pujangga Jawa terakhir, R.Ng. Ronggowarsito yang dibundel oleh R.Rr. Sastrasadarga untuk menyandarkan tentang pemenuhan ramalan pada Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945. Penelitian ini mengungkap bagaimana relevansi naskah dengan kondisis zaman dan menganalisis lebih lanjut apa hakikat pengetahuan pada struktur dan bentuk yang terkandung dalam naskah, sebagai kearifan lokal Jawa.

 

Penelitian ini menggunakan perspektif Al-Hikmah Al-Muta’aliyah yang dikembangkan dan dikenalkan oleh tokoh filsafat dari Persia, bernama Mulla Shadra di abad XV untuk menemukan bagaimana relevansinya dengan kondisi sekarang dan bagaimana struktur dan bentuk pengetahuan pada naskah Jangka Ronggowarsito. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan naskah-naskah dan buku-buku sebagai sumber data bagi naskah Jangka Ronggowarsito, tokoh Ronggowarsito, dan Al-Hikmah Al-Muta’aliyah sebagai teori analisisnya. Metode yang digunakan dalam penelitian, terdiri atas interpretasi, komparasi, holistika, kesinambungan historis, idealisasi, dan heuristika.

 

Naskah Jangka Ronggowarsito mengandung deskripsi tentang keadaan zaman yang masih memiliki relevansi dengan zaman sekarang yang ditunjukkan dengan fenomena-fenomena yang menegaskan adanya masalah pada bentuk kebenaran, sehingga mengakibat kerusakan pada moral. Hal tersebut menjadi sumber bencana yang menjauhkan manusia dari spiritualitasnya, sehingga terjadi ketidakselarasan dan ketidakadilan dalam masyarakat secara luas. Hal tersebut ditunjukkan melalui pesan Ronggowarsito yang muncul sebagai konsep pengetahuan, yaitu: (1) eling lan wasapada, (2) kebenaran yang bermasalah, dan (3) perubahan zaman. Penelitian menemukan adanya struktur pengetahuan yang terdiri atas: (1) eling lan waspada sebagai sistem epistemologinya yang akan mengantarkan pada (2) kebenaran absolut, dan kemudian menjadi (3) cara pandang terhadap dunia, dan bentuk naskah merupakan: (1) penegasan tentang keutamaan pada pengetahuan metafisika yang merupakan pengetahuan hudh?r? atau pengetahuan Ilahi, sekaligus merupakan kritik terhadap relativisme yang bermasalah pada prinsip fundamentalnya, yaitu relativitas pada kebenarannya dan (2) kesadaran eksistensi diri dalam spiritualitas sebagai jalan hakikat menuju keselamatan dunia dan akhirat.

This dissertation is entitled ‘The Substance of Knowledge in the Manuscript “Jangka Ronggowarsito” in the Perspective of Al-Hikmah Al-Muta’aliyah. The manuscript consists of three texts, each entitled Sabda PranawaJakalodhang, and Kalatidha. These texts are the works of the last Javanese Poet, R.Ng. Ronggowarsito which were bundled by R.Rr. Sastrasadarga to support the fulfillment of the prophecy on the Independence of the Republic of Indonesia in 1945. This study reveals how the manuscript is relevant to the conditions of the times and further analyzes the substance of knowledge in the structure and form contained in the manuscript, as a Javanese local wisdom.

 

This study uses the perspective of Al-Hikmah Al-Muta'aliyah developed and introduced by a Persian philosopher named Mulla Shadra in the 15th century to find out how relevant it is to current conditions and how the structure and form of knowledge are in the Jangka Ronggowarsito manuscript. This study is a library research that uses manuscripts and books as data sources for the Jangka Ronggowarsito manuscript, Ronggowarsito figures, and Al-Hikmah Al-Muta'aliyahas its analytical theory. The methods used in the study consist of interpretation, comparison, holistic, historical continuity, idealization, and heuristics.

 

The Jangka Ronggowarsito manuscript contains a description of the conditions of the era that still have relevance to the present era, which is indicated by phenomena that emphasize the existence of problems in the form of truth, resulting in moral damage. This is a source of disaster that distances humans from their spirituality, resulting in disharmony and injustice in society at large. This is indicated through Ronggowarsito's message which appears as a concept of knowledge, namely: (1) eling lan waspada, (2) problematic truth, and (3) changing times. The research found that there is a knowledge structure consisting of: (1) eling lan waspada as an epistemological system that will lead to (2) absolute truth, and then become (3) a way of a world view (ideology), and the form of the manuscript is: (1) an affirmation of the priority of metaphysical knowledge which is hudh?r? knowledge or divine knowledge, as well as a critique of relativism which is problematic in its fundamental principle, namely relativity to its truth and (2) awareness of self-existence in spirituality as the true path to salvation in this world and the hereafter.

Kata Kunci : Ronggowarsito, Al-Hikmah Al-Muta’aliyah, Sabda Pranawa, Jakalodhang, Kalatidha

  1. S3-2025-437732-abstract.pdf  
  2. S3-2025-437732-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-437732-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-437732-title.pdf