Pandangan Perempuan non-Barat tentang Laki-Laki Barat: Pembacaan Poskolonial atas Kanal YouTube The Filipina Pea
M. Fauzi Arrasyid, Budiawan, S.S., M.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media
Tesis ini berfokus pada pembacaan poskolonial pada kanal YouTube The Filipina Pea. Kanal ini mengindikasikan adanya agensi yang dibangun perempuan Filipina (non- Barat) dalam memilih kriteria laki-laki Barat (Passport Bros) yang mencari cinta di Filipina, menghadapi bentuk eksotisasi laki-laki Barat yang menganggap perempuan Filipina sebagai sosok yang mudah ditaklukkan, dan menentang pandangan derogatif dari perempuan Barat yang meliyankan perempuan Filipina. Ketiga hal ini akan menggunakan teori poskolonial orientalisme untuk membaca eksotisasi oleh Barat yang meliyankan perempuan non-Barat; Inferioritas kompleks untuk membaca inferioritas perempuan non-Barat dalam mengagumi laki-laki Barat; oksidentalisme untuk menentukan cara perempuan non-Barat membalikkan kedudukannya dari subjek Barat; ambiavalensi untuk menunjukkan kondisi paradoks yang mengagumi, mengaplikasikan sekaligus menentang budaya Barat; dan feminisme poskolonial untuk menentang pandangan derogatif yang diciptakan perempuan Barat. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa perempuan non-Barat dalam kanal YouTube The Filipina Pea bukanlah subjek yang digambarkan pasif oleh subjek Barat. Melainkan, mereka adalah subjek yang mandiri dalam menciptakan hubungan, meminjam budaya Barat yang mengejek kebenaran yang diciptakan subjek Barat, dan kreatif dalam mengakumulasikan kapitalnya. Dibalik agensi itu, perempuan non-Barat juga tidak bisa bebas sepenuhnya dari mentalitas kolonial, sehingga mereka tetap berada di bayang pengaruh kolonial.
The thesis emphasizes a postcolonial reading of The Filipina Pea YouTube channel. It indicates the Filipino (non-Western) women's agency in choosing the criteria of Western men (Passport Bros) who are looking for love in the Philippines, the confrontation against Western men’s exoticization of Filipino women as easily conquered, resistance to Western women's views that derogate Filipino women, and the comodification of the Wester man though her YouTube. It will use several postcolonial theories of orientalism to read the exoticization to the non-Western woman; inferiority complex to read the non-Western women's admiration to the Western man; occidentalism to determine how non-Western women reverse their position from Western subjects; ambivalence to show the paradoxical condition of admiring, applying, and opposing Western culture; and postcolonial feminism to oppose the derogatory views created by Western women. This research has shown that non-Western women in The Filipina Pea YouTube channel are not subjects portrayed as passive by Western subjects. Instead, they are independent subjects in creating relationships, borrowing Western culture that mocks the truths that Western subjects create, and creatively accumulating her capital. Despite that agency, non-Western women also cannot be completely free from the colonial mentality, so they remain in the shadow of colonial influence.
Kata Kunci : Ambivalensi, Inferioritas Rasial, Feminisme Poskolonial, Oksidentalisme, Orientalisme, Poskolonialisme