Kontestasi Otoritas Agama di Media Sosial: Kajian Sosiologis Dakwah Hanan Attaki di Platform TikTok
Irfan Hermawan, Dr. M. Supraja, M.Si.
2025 | Tesis | S2 Sosiologi
Penelitian ini mengkaji transformasi dakwah dari metode tradisional ke platform digital dengan studi kasus Hanan Attaki, seorang influencer dakwah di TikTok. Dengan menggunakan pendekatan netnografi, penelitian ini mengidentifikasi pola komunikasi, strategi konten, dan respon audiens terhadap pesan dakwah. Studi tersebut menemukan bahwa dakwah digital mampu menjangkau khalayak yang lebih luas melalui platform media sosial, menggunakan teknik seperti video pendek, kolaborasi kreatif, dan penggunaan elemen visual yang menarik. Hanan Attaki berhasil menyampaikan pesan-pesan Islam yang relevan dengan isu-isu sosial dan psikologis generasi muda, seperti hijrah, persahabatan, dan refleksi diri. Namun, studi ini juga mencatat risiko diversifikasi otoritas agama karena pergeseran dominasi dari lembaga tradisional ke individu di dunia maya. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang dinamika dakwah di era digital, serta implikasinya terhadap praktik keagamaan di Indonesia.
Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyampaian pesan keagamaan. Dakwah, yang dahulu bersifat konvensional dan terbatas pada ruang fisik, kini mengalami transformasi melalui platform media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi dakwah Islam di era digital, dengan fokus pada peran influencer sebagai agen penyebaran nilai-nilai keagamaan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi, yang memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi partisipatif terhadap praktik dakwah di ruang digital. Objek penelitian difokuskan pada akun TikTok milik Hanan Attaki, seorang influencer dakwah yang populer di kalangan generasi muda. Data dikumpulkan melalui dokumentasi konten video, interaksi pengguna (komentar dan reaksi), serta analisis sentimen dari respons audiens. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola komunikasi, strategi dakwah, dan dinamika penerimaan pesan agama dalam konteks budaya digital. Kerangka teori yang digunakan mencakup konsep Agama Digital (Heidi Campbell) dan Komodifikasi (Vincent Mosco), guna memahami perubahan otoritas keagamaan dan logika pasar dalam praktik dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hanan Attaki berhasil mengemas dakwah secara kreatif melalui narasi pendek, visual menarik, dan pendekatan yang empatik, sehingga mampu menjangkau generasi milenial dan Gen Z secara efektif. Namun demikian, ditemukan pula indikasi diversifikasi otoritas agama dan komersialisasi dakwah, yang memunculkan dilema etis dalam menjaga keotentikan ajaran Islam. Kesimpulannya, dakwah digital tidak hanya menjadi media penyebaran ajaran, tetapi juga arena kontestasi identitas dan otoritas agama. Studi ini merekomendasikan pentingnya integrasi antara pendekatan kreatif dan etika keagamaan dalam strategi dakwah digital yang berkelanjutan.
Kata Kunci : Dakwah Digital, Influencer, TikTok, Agama Digital, Komodifikasi, Netnografi, Hanan Attaki.