Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI METODE UNTUK PENENTUAN MAINTENANCE TASK EQUIPMENT HIGH PRESSURE CARBAMATE IMPLEMENTASI METODE RELIABILITY-CENTERED MAINTENANCE MAINTENANCE TASK DAN INTERVALNYA PADA CENTERED MAINTENANCE II DAN INTERVALNYA PADA DI PABRIK EQUIPMENT HIGH PRESSURE CARBAMATE CONDENSER DI PABRIK UREA KALTIM 3 (Studi Kasus PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR BONTANG PUPUK KALIMANTAN TIMUR BONTANG PUPUK KALIMANTAN TIMUR BONTANG)

Deny Indra Pratama, Prof. Ir. Sutrisno, MSME, Ph,D

2010 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Dalam menghadapi persaingan industri yang semakin global saat ini, setiap perusahaan di Indonesia dituntut untuk selalu mampu mempertahankan kualitas produknya tetap tinggi dalam memenuhi ekspektasi pelanggannya. Kualitas produk yang baik ditunjang oleh kondisi proses dan peralatannya yang selalu handal. Dan kondisi peralatan yang handal dapat tercapai jika semua peralatan mendapatkan perlakuan perawatan yang tepat di saat yang tepat pula. Manajemen perawatan yang efektif dan berkelas dunia (World Class Maintenance) semakin dibutuhkan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam mencapai manajemen perawatan berkelas dunia ini adalah Reliability centered Maintenance (RCM). Adapun penerapan RCM telah teruji efektivitasnya pada BUMN-BUMN berskala multinasional di Indonesia. PT Pupuk Kalimantan Timur sebagai salah satu pabrik penghasil pupuk urea terbesar di dunia berupaya untuk meningkatkan efektivitas pemeliharaan peralatannya agar produksi pupuknya dapat berjalan secara kontinyu dengan menggunakan metode RCM ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode RCM II versi karangan John Moubray dalam penentuan maintenance task yang tepat untuk setiap failure mode yang mungkin terjadi pada equipment ini. Proses dan prosedur RCM II versi John Moubray diakui oleh Society of Automotive Engineers, Inc. sebagai salah satu yang paling diterima dan paling banyak digunakan yang pernah ada (PetroTech Alaska, 2002). Selain maintenance task, penelitian ini juga memberikan rekomendasi interval pelaksanaannya. Adapun equipment yang dianalisis pada penelitian ini merupakan equipment yang dapat menimbulkan total outage jika mengalami kegagalan. Equipment yang dianalisis adalah High Pressure Carbamate Condenser (HPCC) pada Pabrik Kaltim 3, dimana ammonium carbamate sebagai bahan baku urea dihasilkan melalui proses pertukaran panas. Dari analisis FMEA, diketahui failure consequences untuk tiap modus kegagalan. Dengan menggunakan Decision Diagram, ditentukan maintenance task-nya. Dari 29 maintenance task yang dihasilkan, perbandingannya adalah: 41.4% on-condition task, 24.1% redesign, 13.8% scheduled restoration task, 13.8% no scheduled task (run to failure), dan 6.9% scheduled discard task. Interval untuk jenis on-condition task sebagian besar mengikuti interval Turn Around perusahaan saat ini yang dinilai telah efektif. Untuk scheduled restoration task dan scheduled discard task, dengan perhitungan design life HPCC didapatkan interval yang lebih kecil dari MTBF-nya

Kata Kunci : RCM, reliabilty, maintenance task, interval, John Moubray

  1. S1-FTK-2010-Deny_Indra_Pratama-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2010-Deny_Indra_Pratama-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2010-Deny_Indra_Pratama-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2010-Deny_Indra_Pratama-title.pdf