Laporkan Masalah

PEMAKNAAN PERAHU PALEDANG PADA MASYARAKAT PEMBURU PAUS DAN PERAJIN TENUN TRADISIONAL DI LAMALERA, PULAU LEMBATA, NUSA TENGGARA TIMUR: KAJIAN ETNOARKEOLOGI

Jesica Herlin Lerrick, Drs. JSE Yuwono, M.Sc.

2025 | Skripsi | ARKEOLOGI

INTISARI
Pemaknaan terhadap suatu benda akan menghasilkan suatu kebudayaan dengan nilai yang besar. Perahu paledang merupakan benda dengan nilai dan makna yang sangat tinggi. Motif perahu paledang pada kain tenun Lamalera juga menjadi refleksi dari pemaknaan dan nilai terhadap paledang oleh masyarakat Lamalera. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan masyarakat Lamalera terhadap bentuk perahu paledang, baik sebagai sarana perburuan paus maupun sebagai motif kain tenun yang mereka produksi. Dengan pendekatan etnoarkeologi, penelitian ini secara mendalam mengkaji dua objek budaya melalui lima variabel pengamatan: teknik pembuatan, waktu dan tempat pelaksanaan, organisasi tradisional, upacara dan ritual, serta pemanfaatan hasil dari objek perahu paledang dan motif perahu paledang pada kain tenun Lamalera. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perahu paledang bukan hanya sebuah benda dengan fungsi sebagai alat berburu paus, tetapi juga merupakan simbol dari identitas, keberanian, serta hubungan spiritual dengan alam, leluhur, dan laut. Kain tenun dengan motif perahu paledang juga bukan hanya sebagai kain tenun yang bernilai tinggi seperti motif lainnya, namun motif perahu ini sebagai ekspresi budaya, pewarisan, kepercayaan serta pemaknaan dan pertukaran sosial dari masyarakat terhadap perahu paledang itu sendiri, khususnya terkait dengan status perempuan dan status kekerabatan kelompok. Keterkaitan dan keterikatan antara kedua objek tersebut menunjukkan bentuk transformasi makna dan pengekspresian simbol yang lahir dari pengalaman kolektif dan kepercayaan masyarakat Lamalera dalam budaya maritim. 


Kata kunci: Etnoarkeologi, perahu paledang, tenun Lamalera, simbolisme

ABSTRACT
The attribution of meaning to an object often gives rise to a culture of significant value. The paledang boat is an object imbued with deep cultural and symbolic meaning. Its motif, as represented in Lamalera’s traditional woven textiles, reflects the community’s values and beliefs surrounding the paledang. This study aims to understand how the people of Lamalera interpret the paledang, both as a traditional whaling vessel and as a motif featured in their woven cloth. Using an ethnoarchaeological approach, this research examines two cultural objects through five analytical variables: construction techniques, time and place of execution, traditional organization, rituals and ceremonies, and the utilization of the object. The findings reveal that the paledang boat is not merely a functional tool for whale hunting, but also a powerful symbol of identity, courage, and spiritual connection with nature, ancestors, and the sea. The woven cloth featuring the paledang motif is not merely a high-value textile design, but rather a cultural expression of belief, inheritance, and social exchange related to the paledang itself, particularly concerning women's status and kinship ties. The connection and interdependence between the two cultural expressions reflect a transformation of meaning and the symbolic articulation of the Lamalera community’s collective experiences and beliefs within their maritime culture. 

Keywords: Ethnoarchaeological, paledang boat, Lamalera weaving, symbolism

Kata Kunci : Keywords: Ethnoarchaeological, paledang boat, Lamalera weaving, symbolism

  1. S1-2025-474751-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474751-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474751-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474751-title.pdf