ANALISIS STRATEGI DIVERSIFIKASI PADA PT INDO GLOBAL KIMIATAMA
Edward, Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M.
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan
strategi diversifikasi yang direncanakan oleh PT Indo Global Kimiatama (IGK)
dalam memasuki industri manufaktur bahan kimia di Indonesia. Strategi
diversifikasi dilakukan untuk memperluas bisnis dari reseller B2B menjadi produsen dan pelaku B2C dengan produk sendiri
seiring dengan visi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan
baku dan meningkatkan nilai tambah perusahaan. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi literatur, kemudian
dianalisis menggunakan kerangka Porter’s
Three Essential Tests yang meliputi Industry Attractiveness, Cost of Entry, dan Better-Off Test.
Pada pengujian daya tarik industri, digunakan kerangka Porter’s Five Forces untuk mengevaluasi
potensi keuntungan dan hambatan dalam industri manufaktur kimia. Pengujian
biaya masuk dilakukan melalui perhitungan Net
Present Value (NPV) dan Internal Rate
of Return (IRR) terhadap rencana investasi yang disiapkan perusahaan.
Sementara itu, analisis Better-Off Test
menggunakan Value Chain Analysis
untuk mengidentifikasi potensi sinergi antara bisnis baru dan bisnis lama IGK.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri manufaktur kimia
memiliki daya tarik yang tinggi dengan beberapa peluang pertumbuhan namun
diiringi tantangan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Perhitungan NPV
menunjukkan nilai positif, dan IRR lebih tinggi dari rata-rata biaya modal
sehingga menandakan kelayakan investasi secara finansial. Selain itu, ditemukan
potensi sinergi antara lini bisnis B2B dan B2C, terutama pada penggunaan
infrastruktur, jaringan distribusi, dan keahlian manajerial yang sudah ada. Oleh
karena itu, strategi diversifikasi ini direkomendasikan untuk dilanjutkan,
dengan catatan perusahaan perlu memitigasi risiko terkait fluktuasi harga bahan
baku dan memastikan keberlanjutan pasokan.
This study aims to analyze the
feasibility of the diversification strategy planned by PT Indo Global Kimiatama
(IGK) in entering the chemical manufacturing industry in Indonesia. The company
seeks to expand from being a B2B chemical reseller to a producer and B2C player
with its own branded products, aligned with its vision to reduce reliance on
imported raw materials and increase corporate value. The research employs a
descriptive qualitative method using a case study approach. Data was collected
through in-depth interviews, field observations, and literature studies, then
analyzed using Porter’s Three Essential
Tests framework which includes Industry
Attractiveness, Cost of Entry,
and Better-Off Test.
The industry attractiveness
assessment applied the Porter’s Five
Forces framework to evaluate potential profitability and entry barriers
in the chemical manufacturing sector. The cost of entry was examined through
Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR) calculations based on
the company’s planned investment. Meanwhile, the Better-Off Test used Value
Chain Analysis to explore synergies between the new and existing
business lines of IGK.
The results indicate that the
chemical manufacturing industry is strongly attractive, offering some growth
opportunities but also facing challenges to reach competitive advantages. The
NPV calculation yielded a positive value and the IRR exceeded the company's
average capital cost, suggesting financial feasibility. Furthermore, potential
synergies were identified, particularly in the use of existing infrastructure,
distribution networks, and managerial capabilities. Therefore, the
diversification strategy is recommended to proceed provided that the company
manages risks such as raw material price fluctuations and supply
sustainability.
Kata Kunci : Strategi Diversifikasi, Porter’s Three Essential Tests, Industri Kimia