Dinamika Komunikasi dalam Organisasi Perempuan Islam (Studi Kasus Gaya Komunikasi Kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dalam Organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama)
Citra Banch Saldy, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.I.P., M.Si.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Kiprah dan eksistensi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Organisasi Perempuan Islam semakin kuat dan kokoh. Hadir sejak masa pra kemerdekaan Indonesia, Muslimat NU tidak hanya fokus pada aspek keagamaan saja, namun juga turut berperan dalam berbagai bidang pembangunan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Dengan struktur organisasi yang kuat dan jaringan anggota yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, Muslimat NU menjadi organisasi perempuan Islam terbesar di Indonesia. Sebagai organisasi kemasyarakatan, Muslimat NU memiliki posisi tawar yang cukup diperhitungkan di Indonesia. Dibalik sukses besar Muslimat NU, terdapat sosok Khofifah Indar Parawansa yang telah dipercaya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU sejak tahun 2000. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sekaligus menganalisis bagaimana gaya komunikasi dan kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dalam memimpin organisasi perempuan Islam, Muslimat NU selama empat periode kepemimpinan (2000-sekarang). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme dan pendekatan studi kasus. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Communication Style Theory yang dikemukakan Reece, Brandt, Howie. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik pengolahan data yang akan digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Khofifah menerapkan gaya komunikasi director style dalam kepemimpinannya yang merupakan kombinasi high dominace (dominasi tinggi) dan low sociabilty (sosiabilitas rendah). Khofifah diketahui juga menerapkan pendekatan transformational leadership untuk membangun keterikatan emosional yang kuat dan loyalitas seluruh anggota Muslimat NU. Melalui perpaduan ini, Khofifah mampu mengendalikan mesin organisasi Muslimat NU di berbagai tingkatan secara efektif, memastikan setiap struktur dari pusat hingga ranting bergerak selaras, terkoordinasi dengan baik, dan bekerja secara sinergis dalam menjalankan visi dan misi organisasi. Di bawah kepemimpinan Khofifah, Muslimat NU menjadi organisasi perempuan Islam yang sangat di perhitungkan dalam berbagai aktivitas sosial dan politik di Indonesia.
The progress and existence of Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) as an Islamic Women's Organization is getting stronger and stronger. Present since the pre-independence period of Indonesia, Muslimat NU not only focuses on religious aspects, but also plays a role in various fields of development, education, and social welfare. With a strong organizational structure and a network of members spread throughout Indonesia, Muslimat NU is the largest Islamic women's organization in Indonesia. As a social organization, Muslimat NU has a prominent position in Indonesia. Behind the great success of Muslimat NU, there is the figure of Khofifah Indar Parawansa who has been trusted as the General Chairperson of the Muslimat NU Central Leadership since 2000. This study aims to describe and analyze how Khofifah Indar Parawansa's communication and leadership style in leading the Islamic women's organization, Muslimat NU for four leadership periods (2000-present). This research is a qualitative research using constructivism paradigm and case study approach. The theory used in this research is Communication Style Theory proposed by Reece, Brandt, Howie. Data collection is done by observation, interview, and literature study. Data processing techniques that will be used are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that Khofifah applies director style communication in her leadership which is a combination of high dominance and low sociabilty. Khofifah is also known to apply transformational leadership approach to build strong emotional attachment and loyalty of all Muslimat NU members. Through this combination, Khofifah is able to effectively control the Muslimat NU organizational machine at various levels, ensuring that every structure from the center to the branches moves in harmony, is well coordinated, and works synergistically in carrying out the vision and mission of the organization. Under Khofifah's leadership, Muslimat NU has become a highly regarded Islamic women's organization in various social and political activities in Indonesia.
Kata Kunci : Gaya Komunikasi Kepemimpinan, Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa