MASA DEPAN PEKERJA JASA TRANSPORTASI BERBASIS ONLINE DI INDONESIA: STUDI KASUS DI MADIUN
Bilal As'adhanayadi, Dr. M. Falikul Isbah, G.D.Soc., M.A.
2025 | Tesis | S2 Sosiologi
Pekerja pengemudi online mengalami pertumbuhan dari sisi jumlah yang cukup signifikan di Indonesia dan digadang menjadi salah satu sektor yang mengurangi angka pengangguran. Sektor ini berkembang pesat di berbagai kota di Indonesia tidak terkecuali kota kecil menengah seperti Madiun. Perkembangan sektor kerja tersebut disinyalir sebagai salah satu akibat dari masih terbatasnya sektor kerja formal di Indonesia. Meskipun menawarkan fleksibilitas, pekerjaan ini nyatanya tidak betul-betul memberikan fleksibilitas, alias fleksibilitas palsu yang semakin membuat rentan para pekerja. Konsep fleksploitasi menggambarkan bagaimana fleksibilitas kerja yang dinarasikan justru menyamarkan eksploitasi yang dialami pekerja. Para pengemudi menghadapi kondisi kerja yang semakin rentan dan semakin tereksploitasi oleh perusahaan melalui berbagai program yang dilaksanakan. Penelitian ini berfokus pada dinamika ketenagakerjaan pengemudi online di Kota Madiun, dengan menggunakan pendekatan sociology of the future untuk memahami bagaimana keberlanjutan pekerjaan ini ke depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak pengemudi tetap bertahan, alasan utama bukanlah karena prospek kerja yang menjanjikan, melainkan keterbatasan pilihan dan dipaksa bertahan. Para pekerja terpaksa menerima kondisi kerja yang rentan demi memperoleh kepastian penghasilan. Temuan ini menantang asumsi sebelumnya bahwa fleksibilitas kerja selalu menguntungkan pekerja. Sebaliknya, penelitian ini menegaskan bahwa fleksibilitas yang ditawarkan dalam ekonomi digital dapat memperburuk kondisi kerja jika tidak diimbangi dengan regulasi yang melindungi pekerja. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa masa depan pekerjaan pengemudi online masih penuh ketidakpastian atau menuju masa depan yang abstrak. Namun, potensi perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat menciptakan kebutuhan baru terhadap layanan transportasi daring, yang mungkin memberikan peluang adaptasi bagi pekerja di sektor ini. Sehingga kajian ini memberikan wawasan penting bagi pembuat kebijakan dan peneliti mengenai tantangan serta kemungkinan arah masa depan ketenagakerjaan di sektor transportasi berbasis aplikasi.
Online driver workers have experienced significant growth in number across Indonesia and are often regarded as a sector that helps reduce unemployment. This sector has expanded rapidly in various cities, including small and medium-sized cities like Madiun. The development of this employment sector is suspected to be one consequence of the limited availability of formal employment in Indonesia. Although it offers flexibility, this job does not actually provide genuine flexibility instead, it constitutes a form of false flexibility that increases workers’ vulnerability. The concept of flexploitation illustrates how the narrative of work flexibility conceals the exploitation experienced by workers. Drivers face increasingly precarious working conditions and are further exploited by companies through various implemented programs. This study focuses on the labor dynamics of online drivers in Madiun City, using the sociology of the future approach to understand the sustainability of this occupation moving forward. The findings reveal that despite many drivers continuing in this line of work, their primary reason is not due to promising job prospects, but rather due to limited alternatives and being compelled to stay. Workers are forced to accept precarious working conditions to maintain income stability. These findings challenge the previous assumption that work flexibility is inherently beneficial for workers. On the contrary, this study highlights that the kind of flexibility promoted in the digital economy can worsen labor conditions if not accompanied by regulatory protections for workers. Furthermore, the study indicates that the future of online driving jobs remains uncertain and leans toward an abstract trajectory. Nevertheless, the potential growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) may generate new demand for online transportation services, possibly offering adaptive opportunities for workers in this sector. Thus, this research provides crucial insights for policymakers and scholars regarding the challenges and possible directions for the future of employment in app-based transportation sectors.
Kata Kunci : pekerja pengemudi online, fleksibilitas kerja, kerentanan kerja, fleksploitasi, masa depan pekerja